Rambut Rontok Usai Kena COVID-19? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
·waktu baca 2 menit

Rambut rontok menjadi masalah yang umum dialami oleh banyak orang. Namun sejak pandemi, sejumlah penyintas COVID-19 mengaku mengalami kerontokan rambut setelah sembuh.
Dalam sebuah grup Facebook dengan nama Survivor Corps misalnya, ada lusinan posting-an tentang kerontokan rambut yang dialami oleh orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19.
Diana Berrent selaku pendiri grup akhirnya melakukan survei dan menemukan lebih dari sepertiga dari 1.700 responden mengatakan mengalami kerontokan rambut saat sembuh.
Menurut Dendy Engelman, dokter kulit di Dermatology and Cosmetic Surgery di Manhattan, Amerika Serikat, terjadi peningkatan 25 persen pasien yang datang dengan keluhan rambut rontok, setelah aturan jaga jarak diterapkan di New York pada pertengahan Maret lalu.
Stres mungkin jadi penyebab
Melansir Healthline, belum ada bukti bahwa COVID-19 secara langsung menyebabkan kerontokan rambut.
Sebaliknya, dokter percaya bahwa stres fisik dan emosional yang menyertai kasus COVID-19 dapat menyebabkan kondisi kerontokan rambut yang disebut Telogen Effluvium (TE).
TE adalah kondisi ketika rambut mengalami rambut rontok secara mendadak. Ia diketahui terjadi beberapa bulan setelah peristiwa yang membuat stres seperti tekanan emosional, operasi besar, atau demam tinggi. Masalah kerontokan ini biasanya bersifat sementara, alias tidak permanen.
Ketika ada kejutan pada sistem, tubuh masuk ke mode penguncian dan hanya fokus pada fungsi penting. Pertumbuhan rambut tidak sepenting fungsi lainnya, sehingga berakhir dengan kerontokan rambut.
- Dr. Susan Massick , Dokter Kulit Ohio State University Wexner Medical Center -
Mengatasi rambut rontok
Biasanya manusia kehilangan hingga 100 helai rambut per hari. Namun TE dapat menyebabkan sekitar 300 helai rontok setiap hari hingga 6 bulan.
Kabar baiknya TE bersifat sementara, dan rambut pada akhirnya akan tumbuh kembali. Namun, mungkin perlu beberapa saat agar rambut Anda mencapai kepenuhan dan panjang aslinya.
“Rambut tumbuh perlahan, jadi Anda mungkin belum tentu memiliki pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa bulan pertama setelah telogen effluvium teratasi. Waktu penumbuhan adalah 6 bulan hingga satu tahun,” kata Massick.
Tak perlu suplemen rambut, Massick menyarankan gaya hidup sehat jadi kunci untuk menekan kerontokan rambut yang terjadi, seperti halnya makan makanan kaya nutrisi dan menghindari merokok.
