Kumparan Logo

'Ramuan Keabadian' Ditemukan di Kuburan Kuno China

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat cair Foto: ulleo/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat cair Foto: ulleo/Pixabay

Ada temuan cairan kekuningan di dalam sebuah wadah perunggu berusia 2.000 tahun. Para arkeolog awalnya menduga cairan itu sebagai arak. Tapi ternyata itu adalah "ramuan keabadian" yang dibuat ribuan tahun lalu.

Wadah perunggu itu ditemukan para arkeolog Oktober 2018 lalu. Mereka menemukannya saat sedang melakukan penggalian pada suatu pemakaman milik keluarga bangsawan di Provinsi Henan, China.

Situs arkeologi seluas 210 meter persegi itu terletak di Kota Luoyang. Makam itu telah ada sejak zaman dinasti Han Barat, yakni antara tahun 202 hingga 8 SM (sebelum masehi).

Selain mendapat wadah perunggu berisi “ramuan keabadian”, para arkeolog juga menemukan jasad utuh para bangsawan yang dimakamkan di sana, tembikar, material giok serta perunggu, dan lampu berbentuk angsa.

Uniknya, wadah perunggu yang ditemukan ini masih menyimpan 3,5 liter cairan. Cairan itu mengeluarkan aroma mirip alkohol yang kuat. Hal itu membuat para arkeolog mulanya menduga cairan itu adalah arak.

Namun sebagaimana dilaporkan Xinhua, hasil analisis laboratorium mengungkap bahwa cairan itu bukanlah arak. Sebagian besar cairan terbuat dari potasium nitrat dan alunite. Kedua senyawa tersebut, menurut teks kuno Taoisme, adalah bahan utama bagi ramuan kehidupan.

"Ini adalah pertama kalinya 'ramuan keabadian' ditemukan di China," ujar Shi Jiazhen, kepala Institute of Cultural Relics and Archaeology di Luoyang.

"Cairan ini memiliki nilai signifikan bagi studi China kuno mengenai usaha mencapai keabadian dan evolusi peradaban China," tambah Jiazhen, seperti dilansir Gizmodo.

Ramuan abadi ditemukan di kuburan kuno China. Foto: Institute of Cultural Relics and Archaeology

Tentu saja kita patut meragukan kombinasi antara potasium nitrat dan alunite bisa menjadi “ramuan keabadian”. Sebab, alih-alih bisa membuat manusia abadi, ramuan ini mungkin malah bisa berdampak buruk pada tubuh orang yang meminumnya.

Pasalnya, potasium nitrat biasanya digunakan pada kembang api hingga pupuk. Sementara alunite biasa dipakai untuk manufaktur tawas atau alum.

Alunite sendiri adalah senyawa yang "jinak", tapi potasium nitrat punya efek berbahaya pada tubuh manusia. Pada dosis tinggi, potasium nitrat bisa menyebabkan iritasi mata serta kulit hingga gagal ginjal, anemia, dan bahkan kematian.

Memang kita belum tahu apakah cairan ini memang dikonsumsi atau hanya digunakan sebagai objek ritual saat memakamkan anggota keluarga.

Namun karena disebut sebagai “ramuan keabadian”, bagaimana menurutmu soal cairan ini? Tertarikkah kamu menjajal "ramuan keabadian" asli China berusia 2.000 tahun ini?