Ratusan Udang Dinosaurus Mata Tiga Muncul Usai Hujan Deras
·waktu baca 3 menit

Hujan deras yang mulai melanda Arizona utara, AS, memunculkan ratusan hewan aneh prasejarah menyerupai udang, mulai dari telur kecil kemudian menetas dan berenang di sekitar danau di tengah gurun. Hewan aneh yang dimaksud adalah Triops.
“Makhluk seukuran cebong yang disebut Triops ini terlihat seperti kepiting tapal kuda mini dengan tiga mata,” kata Lauren Carter, kepala penjaga interpretasi di Monumen Nasional Wupatki kepada Live Science.
Telur mereka dilaporkan dapat tertidur selama beberapa dekade di padang pasir sampai musim hujan tiba dan menciptakan danau tempat mereka hidup, habitat tukik hingga menjadi dewasa, dan bertelur untuk generasi berikutnya. Menurut Central Michigan University, hewan ini sangat jarang ditemukan.
Triops biasanya muncul setelah hujan turun di kubungan atau danau yang terbentuk dari air hujan. Mereka sangat jarang ditemukan sehingga ketika seseorang menemukan hewan tersebut di lapangan bola yang tergenang air di Wupatki, para peneliti tidak berpikir bahwa itu adalah Triops.
“Setelah musim hujan di akhir Juli, kami tahu bahwa akan ada air di lapangan bola Wupatki, tetapi kami tidak mengharapkan apa pun yang hidup di dalamnya," kata Carter. "Kemudian seorang pengunjung datang dan berkata, 'Hei, ada berudu di lapangan bola’."
Pada awalnya, Carter menduga hewan yang ditemukan adalah kodok yang hidup di liang bawah tanah selama musim kemarau dan mereka muncul selama musim hujan untuk bertelur. Karena penasaran, Carter pergi ke ballcourt yang awalnya dibangun oleh orang-orang Pribumi di Wupatki.
Awalnya Carter bingung dengan wujud makhluk mungil yang terlihat aneh tersebut. Namun, berkat pengalamannya bekerja di Petrified Forest National Park di timur laut Arizona, ia ingat bahwa itu adalah Triops.
Apa itu hewan Triops?
Triops berasal dari bahasa Yunani yang berarti tiga mata. Hewan ini kadang-kadang disebut sebagai udang dinosaurus karena sejarah evolusi mereka yang sangat panjang. Nenek moyang krustasea berevolusi selama periode Devon atau sekitar 419 juta hingga 359 juta tahun yang lalu. Uniknya, menurut Central Michigan University, penampilan mereka tidak banyak berubah dari zaman prasejarah hingga sekarang.
Ada dua genus dalam keluarga Triopsidae, yakni Triops dan Lepidurus yang masing-masing mencakup 12 spesies. Makhluk yang ditemukan di lapangan bola Wupatki bisa jadi adalah Triops longicaudatus, spesies yang ditemukan di kolam air tawar sementara yang dikenal sebagai kolam musim semi di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Kendati analisis lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya.
Setelah menetas, Triops bisa tumbuh hingga 4 centimeter, dengan karapas seperti perisai yang terlihat seperti helm mini. Mereka memiliki dua mata besar berwarna hitam dan ocellus kecil atau mata kecil.
Amateur Entomologists Society menjelaskan, mata ocellus umum ditemukan di antara arthropoda yang diisi dengan fotoreseptor sederhana yang membantu makhluk ini mendeteksi cahaya. Seperti krustasea lainnya, mereka mengalami beberapa kali pergantian kulit sebelum dewasa. Ini terjadi dalam waktu sekitar satu minggu.
Triops jantan dan betina biasanya berpasangan untuk kawin dan mulai bereproduksi. Namun, ketika salah satu dari mereka langka, Triops punya cara lain untuk mempertahankan populasinya, di mana krustasea ini juga hermafrodit yang berarti mereka memiliki organ seks pria dan wanita. Mereka juga partenogenetik, artinya betina dapat menghasilkan telur meski tidak dibuahi jantan.
Triops hidup hingga 90 hari, namun kolam di lapangan bola hanya bertahan tiga sampai empat minggu. Mereka juga terancam oleh predator lain, seperti burung gagak dan elang yang kerap menukik dan masuk ke dalam kolam untuk menyantap Triops.
* * *
Ikuti survei kumparan Tekno & Sains dan menangi e-voucher senilai total Rp 3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveiteknosains
