Kumparan Logo

Ribuan Lukisan Kuno Ungkap Kehidupan Bersejarah di Hutan Amazon

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penemuan lukisan kuno di hutan Amazon. Foto: Ella Al-Shamahi
zoom-in-whitePerbesar
Penemuan lukisan kuno di hutan Amazon. Foto: Ella Al-Shamahi

Salah satu penemuan terpenting di tahun 2020 ini adalah ditemukannya ribuan lukisan kuno di bagian terpencil hutan hujan Amazon. Lukisan-lukisan tersebut yang menunjukkan penghuni awal hutan Amazon yang hidup bersama beberapa hewan raksasa Zaman Es pada saat itu.

Penemuan lukisan yang luar biasa ini dianggap sebagai satu koleksi seni terbesar di dunia. Lukisan kuno ini membentang hampir 13 kilometer di tebing hutan Amazon bagian Kolombia.

Peneliti memprediksi lukisan-lukisan kuno ini dibuat antara 12.600 dan 11.800 tahun yang lalu. Penemuannya sendiri pertama kali digali pada tahun 2017 dan 2018, peneliti harus merahasiakannya karena merupakan bagian dari serial televisi baru tentang peradaban Amazon yang hilang.

Penemuan lukisan kuno di hutan Amazon. Foto: Ella Al-Shamahi

Menurut laporan IFL Science, gambar dari lukisan kuno ini menampilkan piktograf-piktograf berwarna merah yang berasal dari batuan oker. Ada sekitar 12 panel lukisan dan menampilkan piktograf manusia, tumbuhan, hewan, cetakan tangan, perburuan, dan pola geometris, ditemukan di Cerro Azul disekitar tepi utara hutan Amazon bagian Kolombia.

Sayangnya, dua situs lain di Cerro Montoya dan Limoncillos, lukisan tampak lebih pudar. Beberapa di antaranya sangat tinggi sehingga harus dibuat tangga khusus untuk melihatnya.

Ada penggambaran hewan yang masih eksis sampai saat ini seperti kelelawar, monyet, aligator, rusa, tapir, kura-kura, dan landak. Namun, yang paling penting menurut para peneliti adalah beberapa penggambaran paling realistis dari megafauna Zaman Es yang sudah punah, termasuk mastodon (kerabat prasejarah dari gajah), kungkang raksasa, unta, dan hewan berkuku tiga jari (keluarga badak dan tapir).

Penemuan lukisan kuno di hutan Amazon. Foto: Ella Al-Shamahi

“Lukisan-lukisan itu memberikan gambaran yang hidup dan menarik tentang kehidupan komunitas-komunitas ini. Sulit dipercaya bagi kami hari ini untuk berpikir mereka hidup di komunitas, dan berburu, herbivora raksasa, beberapa yang seukuran mobil kecil,” kata peneliti dari Universitas Exeter, Dr Mark Robinson yang ikut menemukan lukisan kuno tersebut.

Tim peneliti juga menggali tanah di sekitar tempat ditemukannya lukisan dan mengungkapkan petunjuk tentang orang-orang yang tinggal di sana selama periode waktu tersebut.

Ditemukan, tulang dan sisa-sisa tanaman yang menunjukkan bahwa komunitas manusia yang hidup saat itu adalah pemburu dam pengumpul yang memakan buah pohon palem, serta hewan ular, katak, kapibara, armadillo, dan paca. Mereka juga memancing di sungai terdekat untuk menangkap piranha dan aligator.

Penemuan lukisan kuno di hutan Amazon. Foto: Ella Al-Shamahi

"Lukisan batu ini adalah bukti spektakuler tentang bagaimana manusia merekonstruksi bagaimana mereka berburu, bertani, dan memancing. Seni adalah bagian budaya yang kuat dan cara agar orang terhubung secara sosial," ucap Profesor Jose Iriarte dari University of Exeter yang memimpin tim penelitian.

Diperkirakan manusia purba mengelupas permukaan tebing, menggunakan api untuk membuat permukaan yang halus sebelum membuat lukisan. Untungnya, penemuan lukisan kuno ini dilindungi oleh batu yang menggantung, sehingga dapat melindungi lukisan dari kerusakan.