Kumparan Logo

Riset: Gajah di Kebun Binatang Ternyata Senang Dikunjungi Manusia

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengunjung memberi makan gajah di kebun binatang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengunjung memberi makan gajah di kebun binatang. Foto: Shutterstock

Kehadiran manusia di kebun binatang ternyata memberikan pengaruh kepada salah satu penghuninya, gajah. Hewan besar satu ini senang dikunjungi orang.

Ini terungkap dari riset baru yang dilakukan tim peneliti hewan dari Nottingham Trent University dan Harper Adams University. Mereka mengamati lebih dari 100 makalah studi yang meneliti bagaimana pengunjung memengaruhi perilaku lebih dari 250 spesies di kebun binatang.

Hasil penelitian menunjukkan gajah bereaksi positif ketika lagi dikunjungi manusia. Hewan mamalia ini lebih sering bersosialisasi satu sama lain selama waktu pemberian makan publik.

Mereka juga jarang berperilaku yang mengulang di hadapan banyak pengunjung. Perilaku berulang sering diindikasikan sebagai gejala kebosanan pada gajah.

Perilakunya berubah ketika tidak lagi diperhatikan manusia. Gajah cenderung sibuk mencari makan pada periode setelah pemberian makan publik berakhir.

Penemuan ini sudah diterbitkan dalam jurnal Animals.

Beberapa spesies hewan telah lahir dan dibesarkan di kebun binatang dan kemungkinan telah terbiasa dengan kehadiran manusia.

- Samantha Ward, ilmuwan kesejahteraan hewan kebun binatang dari School of Animal, Rural, and Environmental Sciences di Nottingham Trent University -

Ilustrasi pengunjung memberi makan gajah di kebun binatang. Foto: Shutterstock

"Pengunjung kebun binatang seringkali merupakan aspek lingkungan hewan kebun binatang yang tidak dapat dikendalikan oleh hewan dan karenanya dapat membuat stres, meskipun beberapa spesies tampaknya menunjukkan kemampuan beradaptasi yang baik terhadap perubahan kondisi pengunjung," kata Ward, seperti dikutip Sky News.

"Ada banyak variasi rangsangan dari pengunjung dalam hal perilaku mereka, kebisingan yang mereka buat dan cara mereka berinteraksi dengan hewan. Kami telah mengidentifikasi bahwa spesies menunjukkan respons yang beragam terhadap manusia di kebun binatang - beberapa bertahan dengan baik, yang lain tidak begitu baik."

Gajah bukan satu-satunya hewan yang bereaksi positif terhadap pengunjung kebun binatang. Spesies lain juga menunjukkan respons positif, seperti penguin, jaguar, beruang grizzly, beruang kutub, cheetah, serval, banteng, dan anjing padang rumput ekor hitam.

Perilaku sosial kakatua juga terlihat meningkat saat dikunjungi oleh manusia. Ada kemungkinan ini karena para pengunjung merangsang atau berinteraksi dengan burung-burung tersebut.

Menurut temuan di risetnya, semua studi interpretasi menunjukkan dampak pengunjung sebagian besar netral, dengan beberapa dianggap positif dan negatif. Kelompok hewan yang berperilaku negatif saat diperhatikan pengunjung di antaranya spesies burung yang tidak bisa terbang, ungulata, marsupial, burung unta, tuatara, dan landak.

"Kami memiliki metode yang kuat untuk mengukur kesejahteraan hewan di kebun binatang," ujar Ellen Williams, ilmuwan kesejahteraan hewan kebun binatang dari Harper Adams University. "Respons hewan dikaitkan dengan berbagai faktor, dan mengenali tanggapannya mungkin penting untuk meningkatkan kesejahteraan."

"Pada gajah dan burung sangat menggembirakan melihat pengurangan perilaku berulang tersebut menjadi sesuatu yang lebih positif di hadapan manusia, meskipun tidak adanya perubahan pada sebagian besar spesies juga sangat baik, karena ini menunjukkan desain kandang berubah menjadi lebih baik mendukung hewan dalam menanggapi pengunjung."