Riset: Rokok Elektronik Bisa Bantu Kamu Berhenti Merokok

Sejak aktivitas vaping menjadi tren di kalangan masyarakat, perdebatan mengenai bahaya dan manfaat rokok elektronik tersebut telah ramai diperbincangkan. Di Inggris dilakukan sebuah uji coba besar untuk menguji dampak vaping bagi penggunanya.
Hasil studi tersebut ternyata memberikan jawaban yang melegakan bagi para pengguna vaping. Dalam pengujian tersebut diketahui seseorang yang mencoba berhenti merokok akan berhasil jika mereka mencoba rokok elektronik ketimbang melakukan terapi pengganti nikotin. Studi ini dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada Rabu (30/1). Jumlah partisipannya sebanyak 900 perokok di Inggris yang semuanya diuji untuk membantu mereka berhenti merokok. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk menjalani pengujian yang berbeda.
Satu kelompok diberikan terapi standar untuk berhenti rokok selama tiga bulan dengan permen karet nikotin atau tablet hisap. Sementara kelompok yang lain diberikan perangkat rokok elektronik, lengkap dengan sejumlah botol cairan perasa dan mereka didorong agar terus vaping.
Kedua kelompok tersebut diberi sesi konseling mingguan selama sebulan. Hal tersebut dilakukan untuk mengukur kemajuan para peserta secara objektif selama pengujian.
Selama satu minggu berlangsung, orang-orang yang diberikan rokok elektronik mengaku keinginan mereka untuk merokok berkurang drastis. Aktivitas menggunakan rokok elektronik membuat mereka cenderung tidak merokok sama sekali.
Sementara itu, pada minggu ke-52, 18 persen dari kelompok rokok elektronik masih berhenti merokok, dibandingkan dengan 9,9 persen dari kelompok yang melakukan terapi.
Skala tersebut mungkin tidak bisa dilihat sebagai tingkat keberhasilan yang besar. Tetapi untuk seorang perokok, berhenti merokok adalah hal tersulit yang harus dilakukan. Penelitian ini sebenarnya telah menunjukan tingkat keberhasilan sebanyak 50 persen para pengguna rokok elektronik berhasil mengurangi bahkan berhenti merokok. "Ini adalah penelitian yang dirancang dengan baik dan sangat dibutuhkan yang mungkin memiliki implikasi klinis dan kebijakan terkait penggunaan rokok elektronik sebagai bantuan bagi mereka yang ingin berhenti merokok," ujar Scott Weaver, ahli epidemiologi di sekolah kesehatan publik Georgia State University, dilansir Gizmodo. Sebelumnya, seorang Profesor onkologi bernama David Levy dari Georgetown University Medical Center, telah melakukan penelitian untuk mencari tahu manfaat rokok elektronik dalam membantu seseorang berhenti merokok. Tetapi, penelitian ini tidak menunjukan bukti keberhasilan jika rokok elektronik mampu membantu seseorang berhenti merokok.
