Kumparan Logo

Riset: Sering Pakai Pelurus Rambut Kimia Tingkatkan Risiko Kanker Rahim

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi meluruskan rambut ke salon. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meluruskan rambut ke salon. Foto: Shutterstock

Hati-hati dalam menggunakan produk pelurus rambut berbahan kimia. Riset berskala besar menunjukkan bahwa penggunaan produk tersebut meningkatkan risiko kanker rahim.

Penelitian yang terbit di Journal of the National Cancer Institute menemukan 1,64 persen wanita yang tidak pernah menggunakan penglurus rambut akan terus membentuk kanker rahim pada usia 70 tahun. Namun risiko itu meningkat hingga 4,05 persen untuk mereka yang sering melakukannya.

“Namun, penting untuk menempatkan informasi ini ke dalam konteks. Kanker rahim adalah jenis kanker yang relatif langka.”

Ilustrasi menggunakan produk serum pelurus rambut. Foto: Shutterstock

Sekelompok ilmuwan melibatkan 33.947 orang perempuan, dari usia 35 hingga 74 dengan waktu monitoring hingga 11 tahun. Kemudian 378 orang wanita di antaranya punya kanker rahim.

Setelah melihat semua faktor yang punya pengaruh kuat, peneliti menemukan bahwa wanita yang sering menggunakan produk pelurus lebih empat kali pada tahun sebelum survei punya kemungkinan membentuk kanker rahim 2,5 kali lipat lebih tinggi.

Partisipan yang menggunakan pelurus rambut lebih sedikit juga membentuk kanker rahim. Namun angkanya tidak signifikan sehingga bisa dianggap sekadar probabilitas.

Para peneliti tidak menemukan hubungan kanker rahim dengan produk rambut lain yang digunakan responden, seperti pewarna rambut, pemutih rambut, hingga produk yang membuat rambut menjadi ikal. Tidak dijelaskan juga dalam jurnalnya bahwa produk pelurus rambut apa saja yang menyebabkan risiko kanker rahim meningkat.

Ilustrasi pelurus rambut/rambut lurus. Foto: JAYANNPO/Shutterstock

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa produk pelurus rambut punya bahan kimia bernama pengganggu endokrin (endocrine-disrupting). Produk dengan bahan kimia ini dikaitkan dengan risiko tinggi akan kanker payudara dan kanker ovarium.

Dikutip dari Cleveland Clinic, endokrin adalah sistem pembawa pesan di tubuh yang terdiri dari loop umpan balik dari hormon yang dilepaskan oleh kelenjar internal suatu organisme langsung ke dalam sistem peredaran darah, mengatur organ target yang jauh.

Para peneliti menemukan bahan kimia pengganggu endokrin dalam 18 produk rambut yang diuji pada 2018. Ditambah, 84 persen bahan kimia yang diidentifikasi tidak tercantum pada label produk, dan 11 produk mengandung bahan kimia yang dilarang menurut Pedoman Kosmetik Uni Eropa atau diatur berdasarkan undang-undang California.

Pada 2019, sebuah penelitian yang didanai oleh NIH menemukan pewarna rambut permanen dan bahan kimia pelurus dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi, terutama di kalangan wanita kulit hitam yang cenderung lebih sering menerima perawatan ini. Dengan penemuan terbaru, kanker rahim kini masuk dalam daftar risiko.

"Temuan ini adalah bukti epidemiologis pertama tentang hubungan antara penggunaan produk pelurus rambut dan kanker rahim," tulis White dan rekan dalam Journal of National Cancer Institute. "Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk ... mengidentifikasi bahan kimia tertentu yang mendorong asosiasi yang diamati ini."