Kumparan Logo

Riset Ungkap Lama Rata-rata Orang Melakukan Hubungan Seks

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berhubungan seks.  (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks. (Foto: Pixabay)

Banyak orang, mungkin karena pengaruh pornografi, ingin melakukan hubungan seks dalam waktu yang panjang. Tapi pada kenyataannya, ada riset yang menemukan perbedaan antara berapa lama seseorang melakukan hubungan seks dengan berapa lama sebenarnya mereka ingin melakukannya.

Justin Lehmiller, psikolog kesehatan seksual, menjelaskan bahwa pada 2004 ada sebuah riset di Journal of Sex Research yang menemukan perbedaan itu. Riset tersebut mempelajari kehidupan seks 152 pasangan heteroseksual di Kanada.

Dalam riset, para perempuan yang menjadi peserta riset mengatakan bahwa hubungan seks biasanya terjadi selama tujuh menit, ditambah dengan 11 menit "pemanasan" atau foreplay. Adapun kaum pria mengaku biasanya hubungan seks terjadi selama delapan menit dengan foreplay selama 13 menit.

Ilustrasi foreplay. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foreplay. (Foto: Shutterstock)

Lehmiller, yang tak terlibat dalam riset tersebut mengatakan di blog pribadinya bahwa pasangan heteroseksual menganggap hubungan seks biasa berlangsung antara 18 hingga 21 menit.

Sementara saat para responden dalam riset ditanya mengenai berapa lama waktu ideal melakukan hubungan seks, jawabannya jauh berbeda. Kaum Hawa menginginkan agar hubungan seks berlangsung 14 menit dengan foreplay 19 menit. Lalu kaum pria mengatakan mereka ingin menghabiskan rata-rata 18 menit pada masing-masing aktivitas tersebut.

Dengan begitu berdasarkan riset ini maka bisa disimpulkan waktu berhubungan seks yang ideal menurut keinginan banyak orang adalah antara 33 hingga 36 menit.

"Orang-orang mengatakan bahwa mereka menginginkan hubungan seks untuk berlangsung sekitar 50 persen lebih lama dibanding biasanya," papar Lehmiller.

Ilustrasi berhubungan seks.  (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks. (Foto: Shutterstock)

Menurutnya, ada kemungkinan orang-orang mengatakan bahwa hubungan seks harus berlangsung lebih lama karena pengaruh pornografi dan media.

Riset itu sendiri sayangnya hanya mempelajari pasangan heteroseksual. Jadi, kita tidak mengetahui apakah hasil yang sama pada pasangan dengan orientasi seksual berbeda.

“Kita juga tidak mengetahui apakah perbedaan ini bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia, atau apakah hal yang sama juga terjadi pada masyarakat dengan kebudayaan berbeda," tambah Lehmiller.

Meski riset masih memiliki batasan-batasan tersebut, Lehmiller mengatakan bahwa temuan tersebut memberikan pertanyaan baru, yakni apakah meningkatkan lama waktu hubungan seks bisa membuat orang bahagia.