Kumparan Logo

Riset Ungkap Sadisnya Cara Tawon ‘Penjaga Kubur’ Berkembang Biak

kumparanSAINSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tawon 'penjaga kubur' alias Euderus set. Foto: Scott Egan et al., Zookeys, 2017
zoom-in-whitePerbesar
Tawon 'penjaga kubur' alias Euderus set. Foto: Scott Egan et al., Zookeys, 2017

Sebuah riset mengungkap cara berkembang biak seekor tawon yang dijuluki “penjaga kubur” atau crypt-keeper. Serangga dengan nama latin Euderus set itu adalah predator yang disebut sebagai hiper manipulator, sebab ia adalah parasit yang memanipulasi parasit lain yang memanipulasi inangnya.

Riset ini dipublikasikan di jurnal Biology Letters pada 25 September 2019. Menurut riset, korban utama dari tawon penjaga kubur ini adalah tawon parasit lain, yaitu tawon gall jenis Bassettia pallida. Tawon gall sendiri sering memanipulasi tanaman untuk dijadikan tempatnya bertelur.

Di tempat yang sama tawon penjaga kubur ini juga ikut bertelur, tepatnya di tubuh larva tawon gall. Selanjutnya, larva tawon penjaga kubur akan berkembang di dalam larva tawon gall dan memakannya dari dalam hingga akhirnya ia dewasa dan keluar dari tempat itu.

Tawon 'penjaga kubur' alias Euderus set. Foto: Mona Luo

Dalam riset ini tim peneliti dari University of Iowa memelihara 23.000 tawon gall dari 100 spesies berbeda. Mereka menemukan bahwa tawon penjaga kubur memanipulasi setidaknya 300 individu dari enam spesies berbeda.

Sebelumnya, tim peneliti menduga bahwa tawon penjaga kubur ini membatasi cakupan mangsanya. Sebab, cara mereka berkembang biak itu terbilang rumit dan memerlukan spesialisasi. Tapi, riset ini menunjukkan bahwa jenis mangsa yang dijadikan tempat berkembang biak tawon ini cukup beragam.

“Pola penggunaan inang semacam ini tidak kami duga sebelumnya,” tulis para peneliti dilansir Science Alert.

“Kebanyakan serangga parasit telah terspesialisasi dalam hal taksonomi, dan bagi parasit yang memanipulasi perilaku inangnya, keintiman simbiosis mengimplikasikan terbatasnya jumlah inang bagi mereka, tapi belum ada riset yang cukup untuk mendukung anggapan ini,” lanjut mereka.

Di samping itu, para peneliti menduga ada kemungkinan jenis tawon gall yang jadi korban tawon penjaga kubur ini memiliki bentuk sarang yang kurang kuat. Akibatnya, tawon penjaga kubur lebih mudah menyerang mereka.