Kumparan Logo

Robot Tanpa Awak NASA Temukan Bukti Keberadaan Air di Planet Mars

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Planet Mars. Foto: Jurik Peter/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Planet Mars. Foto: Jurik Peter/Shutterstock

Makhluk hidup termasuk manusia membutuhkan air untuk bertahan hidup. Tanpa air, manusia dan hewan akan mati karena dehidrasi. Kita juga tidak bisa melakukan aktivitas lain seperti bercocok tanam, yang juga membutuhkan air untuk tumbuh. Itulah mengapa hidup di planet lain tidak sesederhana hidup di Bumi, sebut saja Mars.

Sudah lama pula Planet Mars menjadi bahan penelitian para astronom dunia, terutama ilmuwan dari NASA. Selain ingin mengeksplor seluruh daratan Planet Merah, misi utamanya adalah menjadikan planet tersebut sebagai tempat tinggal manusia di masa depan. Namun, ketiadaan air di sana membuat rencana tersebut harus tertunda sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Beberapa robot antariksa pernah dikirim ke sana untuk melakukan penjelajahan. Salah satunya adalah Curiosity, rover terbesar dan dianggap paling tangguh yang pernah dikirimkan ke Mars. Kini robot Curiosity NASA tampaknya menemukan titik terang, di mana ia menemukan bukti adanya sejumlah besar air di Mars yang disebut megafloods.

Robot Curiosity NASA Foto: NASA

“Kami mengidentifikasi megafloods untuk pertama kalinya menggunakan data sedimentologi terperinci yang diamati oleh penjelajah Curiosity. Deposit yang ditinggalkan oleh megafloods sebelumnya tidak teridentifikasi dengan data pengorbit," ujar Alberto G. Fairen, penulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

Fairen mengatakan, pada dasarnya Mars memiliki air, namun dalam masih dalam bentuk es dan gas. Ilmuwan berpendapat bahwa megafloods bisa jadi disebabkan oleh tabrakan meteor besar yang menghasilkan panas untuk mencairkan es di planet itu. Panas juga melepaskan karbon dioksida dan metana yang dikombinasikan dengan uap air sebenarnya bisa menciptakan iklim hangat dan basah untuk waktu yang singkat.

Saat ini, Mars sendiri tampak seperti gurun yang gersang dan dingin, tetapi planet ini diperkirakan pernah memiliki atmosfer tebal yang bisa mempertahankan lautan dan air sehingga lebih hangat dan berpotensi untuk dihuni manusia.

Para ilmuwan NASA berpikir Mars kehilangan semua itu ketika medan magnet pelindung runtuh pada miliaran tahun lalu. Kemudian angin dari Matahari, partikel energi tinggi, telah mengupas atmosfer di sana.