Kumparan Logo

Rubah Jadi Peliharaan Orang Eropa di Zaman Perunggu

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rubah di Zao Fox Village  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Rubah di Zao Fox Village Foto: Shutter Stock

Mungkin kini anjing dan kucing memiliki posisi tak tergantikan sebagai hewan peliharaan atau bahkan sahabat bagi manusia. Namun bukti baru yang telah diterbitkan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Sciences menunjukkan, nenek moyang anjing di Zaman Perunggu menghadapi beberapa persaingan dengan beberapa hewan lainnya, termasuk rubah merah alias Vulpes vulpes.

Para arkeolog yang menggali di Can Roqueta (Barcelona) dan Minferri (Lleida) di Semenanjung Iberia menemukan 4 kerangka rubah di antara 64 makam manusia. Di situs itu juga ditemukan tulang-tulang serigala, 32 anjing, dan 19 mamalia berkuku. Itu mengungkapkan praktik pemakaman yang umum dilakukan pada Zaman Perunggu dengan mengubur orang mati bersama dengan hewan peliharaan.

Rubah di Zao Fox Village Foto: Shutter Stock

Dalam satu kuburan, misalnya, para arkeolog menemukan mayat seorang lelaki tua di sebelah kerangka seekor sapi dan kambing. Di tempat lain, arkeolog menemukan kerangka (diduga wanita) dibaringkan dengan dua anjing dan dua sapi. Dan di sekitar kerangka seorang wanita muda ditemukan dua tulang belulang rubah, seekor kambing, dan tanduk sapi.

Dengan menganalisis isotop karbon dan nitrogen di dalam kolagen tulang hewan-hewan itu, para peneliti dapat menyimpulkan menu makanan hewan dan pemiliknya. Mereka menemukan bahwa makanan anjing lebih mirip dengan manusia daripada menu makanan mamalia lain.

Aurora Grandal-d'Anglade, salah satu dari penulis riset ini, menuturkan hasil lain juga menunjukkan bahwa pria yang hidup di Zaman Perunggu memiliki menu makanan daging yang lebih banyak daripada wanita. Makanan anjing tampaknya lebih mirip dengan makanan yang dikonsumsi oleh wanita dan anak-anak. Ini mungkin menyiratkan bahwa anjing lebih menjalin hubungan erat dengan wanita dan anak-anak ketimbang dengan pria.

Kawanan Rubah di Zao Fox Village Foto: Shutter Stock

Analisis tersebut mengungkapkan bahwa beberapa anjing besar (dan setidaknya salah satu rubah) memiliki makanan yang kaya akan sereal. Ini diduga karena mereka bertugas sebagai pembawa benda berat.

"Spesimen ini juga menunjukkan tanda-tanda gangguan pada tulang belakang terkait dengan pengangkutan benda berat," kata rekan penulis studi Silvia Albizuri Canadell, seorang arkeolog di Universitas Barcelona, seperti dikutip dari IFLScience.

Untuk rubah, hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi makanan rubah terkadang tampak mirip dengan anjing, tetapi di lain waktu tampak lebih mirip dengan makanan hewan liar.

"Kami menafsirkannya (rubah) sebagai hewan peliharaan yang hidup lama dengan manusia," ujar Grandal-d'Anglade.