Seberapa Cepat Bumi Berputar dan Bergerak?
·waktu baca 2 menit

Bumi terus bergerak. Ketika mengitari Matahari, Bumi juga berputar pada porosnya, layaknya bola basket di ujung jari pemain.
Jadi, seberapa cepat Bumi bergerak? Seberapa cepat Bumi berputar pada porosnya dan seberapa cepat ia mengorbit Matahari? Lebih jauh lagi, seberapa cepat tata surya mengorbit Bima Sakti?
Bumi sendiri berputar pada porosnya sekitar 24 jam sekali atau tepatnya setiap 23 jam, 56 menit, 4 detik sekali. Bumi berukuran 40.070 kilometer. Jika dikalibrasi dengan jarak waktu, ini berarti Bumi berputar 1.670 kilometer per jam.
Sementara menurut Ask an Astronomer, sebuah blog yang dikelola oleh para astronom Cornell University di Ithaca, New York, AS, Bumi mengorbit matahari pada kecepatan sekitar 110.000 km/jam. Dan untuk menyelesaikan orbit pada Matahari, Bumi membutuhkan waktu sekitar 365 hari atau satu tahun.
Tata surya dan semua objek yang mengorbit di dalamnya juga diketahui bergerak. Semua itu terletak di Bima sakti yang mengorbit di sekitar pusat galaksi. Menurut Katie Mack, astrofisikawan teoretis di North Carolina State University, AS, para ilmuwan tahu bahwa Bima Sakti mengorbit pusat galaksi berdasarkan pengamatan bintang lain. Jika bintang yang sangat jauh tampak bergerak, itu karena tata surya kitalah yang bergerak.
“Untuk melihat konsep ini di Bumi, jika saya mulai berjalan, saya bisa berkesimpulan bahwa saya bergerak karena bangunan yang saya lewati tampaknya bergerak, dari depan ke belakang saya,” kata Mack. “Jika kita melihat sesuatu yang lebih jauh, seperti gunung di cakrawala, gunung tersebut akan tampak bergerak sedikit lebih lambat karena posisi kita lebih jauh dari bangunan yang tadi dilewati, tetapi masih bergerak relatif terhadap posisinya.”
Dengan mempelajari pergerakan relatif bintang lain terhadap matahari, para ilmuwan telah menentukan bahwa tata surya mengorbit pusat galaksi Bima Sakti pada kecepatan sekitar 720.000 km/jam. Begitupun selanjutnya, peneliti dapat dapat menggunakan pergerakan relatif galaksi lain untuk menentukan seberapa cepat Bima Sakti bergerak melalui alam semesta.
Meskipun semuanya bergerak sepanjang waktu, makhluk hidup di permukaan Bumi tidak merasakannya karena alasan yang sama seperti penumpang di pesawat tidak merasakan diri mereka melayang di udara dengan kecepatan ratusan kilometer per jam, kata Mack.
Saat pesawat lepas landas, penumpang merasakan percepatan pesawat saat melaju di landasan pacu dan lepas landas. Tekanan itu disebabkan oleh kecepatan pesawat yang berubah dengan cepat. Tapi begitu pesawat terbang di ketinggian jelajah, penumpang tidak akan merasakan kecepatan ratusan kilometer per jam karena kecepatannya tidak berubah.
Penumpang tidak akan merasakan kecepatan karena semua orang yang duduk di sana bergerak dengan kecepatan yang sama dengan pesawat. Satu-satunya cara untuk melihat bahwa mereka sedang bergerak dengan cepat adalah melihat ke arah luar dari jendela pesawat.
Bagi manusia yang berdiri di permukaan Bumi, mereka tidak merasakan Bumi meluncur mengelilingi matahari karena mereka juga meluncur mengelilingi matahari dengan kecepatan yang sama.
