Sebuah Eksperimen Sukses Bikin Nyamuk di 2 Pulau di China Nyaris Punah

Populasi spesies nyamuk paling invasif di dunia yang ada di dua pulau di Provinsi Guangdong, China, nyaris punah. Ini berkat sebuah eksperimen yang membuat nyamuk-nyamuk jantan dan betina jadi sulit bereproduksi.
Hasil detail eksperimen ini telah dipublikasikan di International Journal of Science pada 17 Juli 2019. Eksperimen ini berhasil mengurangi populasi Nyamuk Macan Asia betina hingga 94 persen. Berkurangnya jumlah nyamuk tersebut juga membuat penurunan gigitan pada manusia mencapai 97 persen.
Ada dua cara yang peneliti gunakan untuk membuat nyamuk sulit bereproduksi. Nyamuk betina dibuat mandul dengan paparan radiasi rendah. Sedangkan nyamuk jantan dibuat terinfeksi bakteri Wolbachia.
Nyamuk-nyamuk itu lalu dilepaskan di waktu puncak ledakan populasi nyamuk di dua pulau yang berlokasi dekat dengan Guangzhou. Pelepasan dilakukan dua kali, yaitu pada 2016 dan 2017.
Hasil riset menunjukkan, dua cara tersebut sangat sukses dalam membasmi nyamuk. Populasi nyamuk betina di dua pulau itu nyaris punah semuanya.
Peter Armbruster, ahli ekologi nyamuk, mengatakan kepada CNN bahwa eksperimen ini adalah usaha pemusnahan nyamuk paling sukses. Menurut para ahli, nyamuk Macan Asia sulit dimusnahkan menggunakan cara-cara konvensional, seperti pestisida dan membuang air tergenang.
Tim peneliti di riset ini menyebut nyamuk Macan Asia sangat invasif. Nyamuk ini telah menyebar dari Asia sampai nyaris ke semua benua selama 40 tahun terakhir.
Organisasi Kesehatan Dunia (The World Health Organization/WHO) mengatakan, nyamuk memberikan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Bahkan, WHO menyebut nyamuk sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia. Ini karena ia mampu menyebarkan penyakit berbahaya, seperti demam berdarah dengue dan malaria.
Menurut International Journal of Science, sekarang belum ada vaksin atau pengobatan yang efektif untuk mengatasi sebagian besar penyakit yang disebarkan nyamuk. Hal ini membuat mengontrol populasi nyamuk sebagai cara paling efektif melawan penyebaran penyakit itu.
