Sejarah WFH Alias Kerja dari Rumah, Ternyata Ada Sejak 1 Juta Tahun Lalu

18 Maret 2020 6:36 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
9 Cara Tetap Produktif Saat Harus Bekerja di Rumah Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
9 Cara Tetap Produktif Saat Harus Bekerja di Rumah Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Pandemi virus corona membuat sejumlah negara mengeluarkan kebijakan agar perusahaan memperbolehkan karyawan bekerja di rumah atau work from home (WFH), termasuk Indonesia. Tapi, siapa sangka, sejarah peradaban manusia sebetulnya memang akrab dengan konsep kerja tersebut jauh sebelum virus corona ada.
ADVERTISEMENT
Pada awal kemunculannya, manusia bekerja dan mencari makan dengan berburu dan menanam tanaman. Jenis manusia pertama yang melakukan ini disebut sebagai Homo ergaster, yang secara harfiah berarti 'manusia pekerja', pada 1,9 hingga 1,4 juta tahun lalu.
Penamaan 'manusia pekerja' didasari oleh penggunaan teknologi yang lebih maju ketimbang manusia di zamannya dengan alat-alat batu jenis baru yang biasanya ditemukan di kamp tempat tinggal mereka, menurut laporan Australian Museum. Aspek lain dari Homo ergaster juga menunjukkan beberapa perilaku yang maju, seperti penggunaan api dan peningkatan tingkat aktivitas fisik.
Maju ke masa Abad Pertengahan, manusia mulai mengenal konsep dasar kerja di rumah. Menurut Fast Company, Inggris pada Abad Pertengahan memiliki "rumah panjang", yang dihuni oleh petani dan peternak di kedua ujung bangunan.
Ilustrasi Abad Pertengahan. Foto: Wikimedia Commons
Rumah panjang ini didesain sedemikian rupa agar segala hal dapat diproduksi di rumah. Di bagian ruang tengah, misalnya, ada dapur, serta pusat untuk menjahit pakaian, produksi susu, penjagalan, dan penyamakan. Para pedagang di abad ini pun berdagang dari rumah.
ADVERTISEMENT
Konsep bekerja di kantor mulai muncul pada masa Renaisans (Renaissance) hingga Revolusi Industri di abad ke-18. Salah satu contoh bangunan administratif pada masa Renaisans dapat merujuk kepada bangunan Uffizi Gallery milik keluarga Medici, patron asal Florence, Italia, yang mempengaruhi gerakan Renaisans saat itu.
Uffizi sendiri secara harfiah berarti 'kantor' (office). Di bangunan yang sekarang jadi museum itu, dulunya merupakan tempat bagi petugas sipil yang mengelola hukum bekerja.
Revolusi Industri kemudian membentuk cara kerja modern, di mana pekerja dibagi berdasarkan keahliannya dan melakukan aktivitas pekerjaannya di luar rumah.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dengan para pemimpin G7 selama telekonferensi di rumahnya di Rideau Cottage, Ottawa, Ontario, Kanada. Foto: Kantor Perdana Menteri Kanada/ via REUTERS
Di zaman ini pula, orang mulai mengenal sistem waktu kerja. Kemajuan teknologi dan konsep kepemilikan alat produksi membuat pekerja mulai beraktivitas menggunakan mesin yang ditaruh di pabrik.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, tren kerja di rumah tak luntur di zaman tersebut. Menurut laporan WorkHome, penenun sutra dan pembuat jam tangan masih bekerja di rumah, ditandai dengan rumah abad ke-17 dan 18 yang punya jendela besar agar cahaya di luar cukup untuk masuk ke dalam rumah.
Beberapa rumah di abad ini juga punya ruang kerja yang disebut "top-shop" di mana terdapat mesin uap yang terhubung dengan alat tenun untuk memungkinkan penenun rumahan dapat bersaing dengan pabrik.
WorkHome juga mencatat bahwa setelah Revolusi Industri, pekerjaan berbasis rumahan terus berkembang. Beberapa di antaranya adalah penjaga toko, tempat pemakaman, dan sekolah-sekolah yang di mana para guru tinggal dan bekerja di gedung yang sama.
Ilustrasi B di Rumah Foto: Unsplash
Ide mengenai kerja di rumah kemudian mulai (kembali) muncul di tahun 1970-an. Ide ini dicetuskan oleh Jack Nilles, seorang mantan insinyur NASA, melalui konsep "telecommuting." Konsep telecommuting sendiri merupakan perjanjian kerja yang mengedepankan fleksibilitas di mana pekerja tak perlu datang ke kantor dengan memaksimalkan teknologi komunikasi.
ADVERTISEMENT
Ide tersebut disampaikan oleh Nilles melalui buku yang dipublikasi pada tahun 1973 berjudul The Telecommunications-Transportation Tradeoff. Melalui buku tersebut, Nilles hendak mencari solusi dari masalah kemacetan dan kelangkaan minyak bumi akibat transportasi yang sedang tren di dekade tersebut.
Seperti judul bukunya, Nilles beranggapan bahwa kemajuan telekomunikasi mesti dimanfaatkan agar pekerja diperbolehkan kerja di rumah, demi mengatasi masalah kemacetan.
Ide Nilles kemudian benar terwujud oleh raksasa teknologi IBM. Perusahaan komputer tersebut menjadi peopor kerja di rumah sejak tahun 1980-an. Menurut laporan Quartz, 40 persen karyawan IBM di tahun 2009 telah bekerja di rumah. Mereka dapat menghemat 100 juta dolar dari kebijakan ini yang dihasilkan dari pengurangan ruang kantor mereka yang seluas 78.000 kaki.
ADVERTISEMENT

Isaac Newton juga pernah WFH

Ada satu kisah menarik dari konsep WFH alias kerja dari rumah. Ternyata, konsep ini turut 'berjasa' pada dunia pengetahuan, di mana teori gaya gravitasi ditemukan oleh ilmuwan Isaac Newton ketika dirinya sedang WFH.
Pada tahun 1665, Inggris menghadapi The Great Plague of London. Wabah yang diidentifikasi sebagai penyakit pes, yaitu infeksi oleh bakteri Yersinia pestis, yang ditularkan melalui kutu dengan jumlah kematian mencapai 100.000 warga Inggris.
Saat itu, Universitas Cambridge tempat Newton kuliah Matematika, meminta para mahasiswanya untuk pulang ke rumah masing-masing dan belajar sendiri. Newton pun pulang ke rumah keluarganya yang ia habiskan untuk mendapatkan jawaban dari segala pertanyaan yang ia pendam selama ini.
Isaac Newton. Foto: Shutterstock
Ketika awal-awal belajar di rumah, Newton pertama kali mengerjakan jurnal Matematika yang hasilnya kini dikenal sebagai Kalkulus. Setelah itu, Newton memulai eksperimen baru lainnya yang hasilnya adalah teori optik.
ADVERTISEMENT
Setelah beberapa temuan tersebut, Newton kembali mendapatkan inspirasi yang kali ini berasal dari pohon apel dekat rumahnya. Kamu pasti ingat cerita Newton di bawah pohon saat kejatuhan buah apel? Saat itulah Newton akhirnya menemukan teori gaya gravitasi yang berhasil ia cetuskan dan digunakan oleh semua umat manusia hingga saat ini.
Siapa sangka, kegiatan belajar di rumah dengan tujuan mengisolasi diri dari penyakit menular, bisa membuat Isaac Newton berhasil memberikan penemuan yang sangat berguna bagi dunia.