Sepasang Gajah di Karachi Safari Park Terserang TB, Minum 400 Pil Obat per Hari
·waktu baca 3 menit

Malang nasib sepasang gajah di Karachi Safari Park, Pakistan. Keduanya harus minum ratusan pil obat akibat terserang penyakit Tuberculosis (TB).
Jumlah obat yang mereka terima disesuaikan dengan berat gajah yang bisa mencapai 4.000 kilogram. Obat-obat itu diselipkan pada makanan seperti apel hingga pisang. Setiap hari, keduanya harus menelan sekitar 400 pil obat TB.
Adapun kedua gajah tersebut adalah Madhubala dan Malika. Bagi mereka, tidak mudah untuk menelan pil-pil pahit tersebut. Keduanya butuh adaptasi selama berminggu-minggu. Sesekali Madhubala dan Malika marah kepada pengasuhnya karena terus-terusan diberi makanan tak enak, hingga akhirnya bisa menelan seluruh obat yang diberikan.
“Memberi pengobatan TB pada gajah selalu menjadi tantangan. Setiap hari kami menggunakan metode yang berbeda,” kata Buddhika Bandara, seorang dokter hewan dari Sri Lanka yang datang ke Pakistan untuk mengawasi pengobatan tersebut.
"Pada awalnya hewan-hewan ini menunjukkan sedikit stres, tapi lama kelamaan mereka beradaptasi dengan prosedur tersebut."
Mahout Ali Baloch, salah seorang pawang, setiap hari bangun pagi untuk merebus nasi dan kacang lentil, dicampur dengan banyak tetes tebu, dan menggulung ramuan tersebut menjadi puluhan bola yang di dalamnya terdapat tablet obat.
“Saya tahu pil itu pahit,” kata Ali (22).
TB Bisa Menyerang Manusia hingga Gajah
Empat gajah Afrika yang ditangkap di alam liar Tanzania tiba di Karachi pada 2009. Salah satu gajah bernama Noor Jehan mati pada 2023 di usia 17 tahun. Satu ekor lagi bernama Sonia juga mati pada akhir tahun 2024. Otopsi menunjukkan ia terjangkit tuberculosis, yang merupakan penyakit endemik di Pakistan.
Hasil tes yang dilakukan pada Madhubala dan Malika juga menunjukkan hasil positif TB. Dewan kota lantas membentuk tim untuk merawat kedua gajah tersebut. Bandara mengatakan, bukan hal yang aneh bagi gajah untuk tertular penyakit dari manusia. Sayangnya, Sonia tidak menunjukkan tanda-tanda terserang TB hingga nyawanya tidak tertolong.
“Bagi saya, sungguh mengejutkan bahwa gajah mengidap TB,” kata Naseem Salahuddin, kepala Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit dan Jaringan Kesehatan Indus yang ditugaskan untuk memantau di Karachi Safari Park. “Ini kasus yang menarik bagi saya dan murid-murid saya–semua orang ingin tahu prosedur dan perkembangannya.”
Tim yang terdiri dari empat pawang selalu memakai APD (alat pelindung diri) saat memberi makan gajah untuk menghindari paparan penyakit TB yang menginfeksi lebih dari 500.000 manusia setiap tahunnya.
Karachi Safari Park telah lama mendapat kritik atas perlakuan buruk terhadap hewan-hewan yang ada di sana. Kini, para peneliti dan konservasionis berharap pihak safari bisa mengatasi penyakit TB yang diidap oleh dua gajah terakhir dengan rencana perawatan berlangsung selama satu tahun. Kita doakan, semoga Madhubala dan Malika cepat sembuh, Gais.
