Kumparan Logo

Seperti Apa Wajah Perempuan yang Hidup 4.000 Tahun Lalu?

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perbandingan wujud Ava. (Foto: Hew Morrison)
zoom-in-whitePerbesar
Perbandingan wujud Ava. (Foto: Hew Morrison)

Seorang seniman forensik bernama Hew Morrison melakukan rekonstruksi wajah dari fosil seorang perempuan yang hidup di Zaman Perunggu, sekitar 4.250 tahun yang lalu, di Skotlandia.

Fosil yang direkonstruksi oleh Hew adalah fosil seorang perempuan bernama Ava. Fosil ini ditemukan pada tahun 1987 di dalam sebuat cist, makam berbentuk kotak yang terbuat dari batu, di Achavanich, Skotlandia.

Tulang belulang Ava ditemukan dalam ekskavasi yang dipimpin oleh Maya Hoole. Tulang belulang Ava ini ditemukan bersama dengan sebuah bejana dan tiga artefak dari batu api dan tulang sapi.

Sebelumnya, Hew pernah merekonstruksi wajah Ava dan ia menggambarkan perempuan dari masa lalu tersebut sebagai perempuan berambut ikal kemerahan dengan mata berwarna abu-abu dan berkulit cerah.

facebook embed

Namun setelah dilakukan studi lebih lanjut pada fosil Ava, maka diketahui bahwa kemungkinan Ava tidak terlihat seperti hasil rekonstruksi sebelumnya tersebut. Hasil studi yang telah dipublikasikan di Society of Antiquaries of Scotland pada 2017 memberi gambaran lebih lanjut mengenai bagaimana rupa Ava.

Kesimpulan dari studi tersebut menunjukkan bahwa Ava adalah seorang perempuan yang berusia antara 18 hingga 25 tahun ketika meninggal dunia. Ia memiliki tubuh yang tinggi, yaitu sekitar 171 sentimeter, bermata cokelat, rambut hitam lurus, dan kulitnya mirip seperti orang yang hidup di Eropa bagian selatan.

Selain itu, Ava juga memiliki wajah yang cenderung lebar bila dibandingkan dengan wajah fosil laki-laki yang ditemukan 9,5 kilometer jauhnya dari tempat Ava ditemukan. Laki-laki tersebut diduga masih memiliki hubungan dengan Ava karena gigi geraham ketiganya tidak ada, sama seperti Ava. Persamaan lainnya, laki-laki itu juga memiliki lubang hidung yang lebar sama seperti Ava.

Keluarga Ava diduga bukan orang Inggris asli, melainkan keturunan dari imigran yang mungkin berasal dari Belanda dan tumbuh di Caithness, Skotlandia. Dugaan ini diperkuat dengan keberadaan bejana yang tidak lazim berada di Skotlandia.

Wujud Ava yang baru (Foto: Hew Morrison)
zoom-in-whitePerbesar
Wujud Ava yang baru (Foto: Hew Morrison)

Berdasarkan studi ini, Hew mengganti rupa dari wajah Ava yang telah ia rekonstruksi. Hasil rekonstruksi Hew tidak lagi menggambarkan Ava sebagai perempuan berambut merah dan bermata abu-abu, melainkan berambut hitam lurus dan bermata gelap.

“Tes DNA pada tulang Ava yang dikumpukan oleh Natural History Museum London dan Harvard Medical School menunjukkan bahwa Ava memiliki rambut hitam lurus, bermata cokelat, dan kulitnya tidak sepucat sebelumnya,” tulis Hew di Instagram pribadinya.

instagram embed