Kumparan Logo

Siap Kembali Beraktivitas di Fase New Normal dengan 5 Tips Ini

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi kembali beraktivitas di fase new normal. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi kembali beraktivitas di fase new normal. Foto: Shutterstock

Setelah lebih dari tiga bulan menghadapi pandemi COVID-19, beberapa wilayah di Indonesia akhirnya siap memasuki fase new normal. Artinya secara bertahap aktivitas di perkantoran, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya akan mulai berangsur pulih.

Rutinitas yang tadinya sempat terhambat juga kembali normal. Kita bisa kembali bekerja di kantor, berbelanja kebutuhan harian, bahkan beberapa tempat rekreasi juga sudah buka dengan tetap menerapkan peraturan khusus bagi para pengunjung.

Namun, bukan berarti kita sudah bisa abai dan tidak lagi menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Sebab, virus yang menyerang sistem pernafasan ini sejatinya belum benar-benar pergi.

Untuk itu, kita tetap harus waspada agar risiko tertular virus bisa semakin dikurangi. Bagaimana caranya? Ini beberapa tips kiat yang bisa diterapkan agar lebih siap saat kembali beraktivitas di fase new normal ini:

1. Mematuhi imbauan physical distancing

com-Ilustrasi menerapkan imbauan physical distancing di stasiun. Foto: Shutterstock

Jangan lelah untuk tetap menaati physical distancing selama pandemi COVID-19 belum berakhir. Apalagi di fase new normal ini, kita diharuskan untuk lebih banyak melakukan kegiatan di luar ruangan dan bertemu banyak orang.

Saat berada di tempat umum, sebisa mungkin hindari keramaian dan tetap menjaga jarak aman dengan orang sekitar. Begitu pun saat hendak menaiki kendaraan umum, lebih baik tunggu sampai jumlah penumpang tampak lebih lengang.

2. Perbanyak asupan bergizi

com-Ilustrasi satu porsi makanan sehat dan bergizi. Foto: Shutterstock

Daya tahan tubuh harus tetap prima agar tidak mudah tumbang selama masa pandemi. Salah satu caranya dengan menyantap makanan yang bergizi.

Anda dapat mengonsumsi sajian yang mengandung vitamin C, E, protein, hingga probiotik untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus memperlambat kerusakan sel-sel tubuh. Selain itu, sebaiknya kurangi konsumsi makanan cepat saji atau yang tinggi lemak jenuh, serta perbanyak sayur dan buah tinggi antioksidan.

3. Ubah pola hidup lebih sehat

com-Ilustrasi olahraga di rumah. Foto: Shutterstock

Tak hanya makanan yang harus diperhatikan, menjalankan pola hidup sehat juga penting dilakukan agar imun tubuh tetap kuat menghadapi pandemi. Kita bisa mengawalinya dengan rutin berolahraga ringan minimal tiga kali seminggu sebelum beraktivitas, contohnya yoga di pagi hari atau mengikuti kelas workout online di rumah.

Istirahat juga harus tercukupi setiap harinya. Mengatur jam tidur minimal 8 jam per hari akan membuat badan terasa lebih segar dan tidak mudah lelah keesokan harinya.

4. Perhatikan pakaian yang digunakan

Seorang calon penumpang menunggu Kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bojong Gede, Bogor. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Pakaian juga bisa membantu melindungi tubuh dari risiko penularan COVID-19, terutama di tempat ramai seperti stasiun, terminal, maupun di kendaraan umum. Untuk itu, saat beraktivitas di luar sebisa mungkin gunakan pakaian lengan panjang dan jangan kenakan banyak aksesoris karena rentan jadi media penyebaran virus.

Jangan lupa juga untuk membawa masker cadangan selama beraktivitas di luar ruangan. Sebab idealnya masker—terutama yang terbuat dari kain—hanya boleh dipakai maksimal 4 jam saja.

5. Jaga kebersihan diri

com-Hand sanitizer Dettol sebagai solusi menjaga kebersihan tangan saat tidak ada sabun dan air. Foto: Dok. Dettol

Dan yang paling penting tentu saja adalah selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, baik saat berada di luar ruangan atau selama di rumah. Selalu cuci tangan dan mandi dengan sabun antiseptik setelah beraktivitas, serta menyediakan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan.

Namun selama masa pandemi, kita harus lebih selektif mencari produk sanitasi untuk membantu menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Salah satunya adalah menggunakan produk yang mengandung senyawa anti-mikroba di dalamnya.

Nah, rangkaian produk dari Dettol bisa menjadi pilihan tepat untuk melindungi tubuh selama menjalani fase new normal. Bahkan produk Dettol telah diuji terhadap virus COVID-19*, dan >99.9% efektif terhadap virus SARS-CoV-2 setelah kontak 1 menit.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Infection Control (AJIC) dengan pengujian laboratorium terhadap bahan aktif yang ada dalam produk Dettol. Produk tersebut berupa cairan antiseptik, hand sanitizer, sabun cuci tangan, produk disinfectant spray, produk personal care dan tisu pembersih permukaan, sabun batang, pembersih permukaan dan sanitizer pakaian.

com-Rangkaian produk Dettol. Foto: Dok. Dettol

Hasil studi menunjukkan semua bahan aktif senyawa anti-mikroba pada Dettol efektif untuk menonaktifkan SARS-CoV-2. Hal ini terlihat dari adanya penurunan jumlah virus menular setelah dilakukan pengujian 1-5 menit.

Terbukti bahwa cara mudah untuk menghindari penularan virus COVID-19 salah satunya bisa dimulai dengan memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan produk sanitasi yang telah teruji klinis. Lindungi diri dan keluarga agar tidak mudah sakit dengan selalu menyediakan rangkaian produk antiseptik Dettol mulai dari hand sanitizer, wipes, sabun, hingga cairan antiseptik.

Sekarang, jadi lebih siap kan beraktivitas di kondisi new normal!

*Microbicidal Actives with Virucidal Efficacy against SARS-CoV-2. M Khalid Ijaz et al. AJIC. American Journal of Infection Control (2020). doi: https://doi.org/10.1016/j.ajic.2020.05.015.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Dettol