Tekno & Sains
·
20 November 2020 20:38

Siapa Jay Piatek? Pembeli Meteor Super Langka yang Jatuh di Tapanuli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Siapa Jay Piatek? Pembeli Meteor Super Langka yang Jatuh di Tapanuli (50627)
Benda angkasa berupa batu hitam yang jatuh dari langit ke rumah Josua Hutagalung warga Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (1/8) sore. Foto: Handout via Antaranews
Batu meteor yang menghujam atap rumah Josua Hutagalung di Kolang, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada awal Agustus 2020, disebut-sebut memiliki nilai jual yang sangat fantastis. Sebelumnya, Josua mengatakan bahwa batu itu telah dijual pada 17 Agustus 2020 kepada kolektor meteor asal Amerika Serikat dengan harga Rp 200 juta.
ADVERTISEMENT
Namun Jared Collins, perantara yang menghubungkan pemilik meteor dengan sang kolektor asal AS, membantah nilai penjualan benda tersebut mencapai Rp 200 juta. Jared mengatakan total transaksi itu hanya diketahui oleh pihak Josua dan koleganya di AS.
"Tetapi jumlah yang dibayarkan/diterima bukanlah Rp 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp 25 miliar yang dilaporkan di seluruh dunia," ucap Jared, Kamis (19/11).
Belakangan terungkap, Jared menjual barang itu kepada Dr. Roger Jay Piatek, seorang kolektor meteor asal Amerika Serikat. Itu diungkap oleh surat kabar Inggris Daily Mail. Menurut Lunar and Planetary Institute di Texas, AS, meteorit tersebut diklasifikasikan sebagai CM1/2 Carbonaceous Chondrite. Varietas yang sangat langka ini resmi dinamai Kolang.
Siapa Jay Piatek? Pembeli Meteor Super Langka yang Jatuh di Tapanuli (50628)
Roger Jay Piatek, kolektor meteor asal Amerika Serikat. Foto: Sciencemag.org

Yang jadi pertanyaan, siapakah Jay Piatek?

Dijelaskan dalam Science Mag, Jay Piatek dikenal sebagai kolektor terkenal di kalangan komunitas astronomi AS. Piatek lahir di Gary, Indiana, dari keluarga pekerja di mana ibunya bekerja sebagai buruh pabrik biasa dan sang ayah berprofesi sebagai sopir pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT
Pria berusia 53 tahun ini merupakan lulusan kedokteran Indiana University. Ia menjadi dokter dan membuka klinik gizi Piatek Institute, di kota Indianapolis, sejak 1995. Dia bukanlah astronom, tapi berburu meteor sudah menjadi kegemarannya.
Hobinya ini dimulai pada 2003, tatkala sang anak belajar meteor di sekolah. Karena sebagian besar meteor dimiliki oleh lembaga riset, Piatek lantas mencari meteor dari eBay dan pameran batu atau mineral. Ia bahkan membuka jaringan dengan komunitas ilmuwan dan lembaga riset antariksa. Dia berburu meteor ke seluruh dunia.
Siapa Jay Piatek? Pembeli Meteor Super Langka yang Jatuh di Tapanuli (50629)
Potongan meteorit yang ditemukan kondominium di Narashino. Foto: National Museum of Nature and Science
Dalam kareirnya sebagai kolektor meteorit, Piatek pernah memiliki sekitar 1.300 spesimen meteor. Jumlah itu nyaris menyamai koleksi meteorit milik Arizona State University dengan 2.000 spesimen meteor. Namun kini, dia hanya memiliki kurang lebih 400 fragmen meteor, sebab sebagian besar meteorit miliknya sudah terjual dengan harga yang tentunya tidak murah.
ADVERTISEMENT
Dari sekian batu luar angkasa yang ia miliki, Piatek punya satu batu paling berharga bernama Black Beauty. Piatek membeli fragmen Black Beauty pertama seberat 320 gram dari Aziz Habibi dari Maroko seharga 6.000 dollar AS atau setara Rp 85,2 juta.
Ternyata harga jual Black Beauty melesat setelah diteliti dan diketahui sebagai batuan yang berasal dari Planet Mars berusia 4,4 miliar tahun. Batu ini kemudian dihargai sekitar 10.000 dollar AS per gram.
Piatek memiliki sekitar 1,4 kilogram Black Beauty atau senilai 14 juta dollar AS, setara Rp 199 miliar. Kini, Piatek punya batu meteorit Carbonaceous Chondrite yang jatuh di Tapanuli Indonesia. Ini tentu saja menambah koleksinya.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
ADVERTISEMENT