kumparan
28 September 2019 15:08

Spesies Baru Cacing Ditemukan di AS, Punya 3 Jenis Kelamin Berbeda

Spesies baru cacing bernama Auanema sp.
Spesies baru cacing bernama Auanema sp. Foto: Caltech
Danau Mono di California, Amerika Serikat, merupakan tempat yang tidak ramah bagi sebagian besar bentuk kehidupan. Selain bakteri dan ganggang, tampaknya hanya udang air asin dan lalat selam yang mampu bertahan hidup di sana karena kandungan garam dalam airnya sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
Namun baru-baru ini, para peneliti dari California Institute Technology, AS, telah menemukan spesies cacing mikroskopis yang banyak berkembang biak di sekitar danau. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Auanema sp.
Spesies nematoda itu memiliki tiga jenis kelamin yang berbeda, demikian laporan Science Alert. Yang menarik lagi, Auanema sp. kebal terhadap racun arsenik dengan dosis 500 kali lipat dari yang sewajarnya diterima.
Spesies nematoda umumnya hanya memiliki dua jenis kelamin yakni hermafrodit dan jantan. Namun Auanema sp. ternyata juga berkelamin betina. Karena memiliki tiga jenis kelamin inilah, karakter seksual pada Auanema sp. menarik untuk diselidiki lebih lanjut.
Para peneliti mencatat, terdapat susunan genital papila pada kelamin jantan Auanema sp. Keunikan lainnya dari spesies baru ini cara berkembang biaknya adalah dengan melahirkan atau vivipar. Padahal, nematoda umumnya berkembang biak dengan cara bertelur.
Danau Mono di AS.
Danau Mono di AS. Foto: King of Hearts/Wikimedia Commons
Tim peneliti menyebut Auanema sp. sebagai makhluk ekstrem yang juga menghuni habitat ekstrem. Keanehan serta keunikan yang dimiliki spesies ini, menurut para peneliti, membantunya untuk bertahan hidup di Danau Mono yang airnya sangat asin.
ADVERTISEMENT
“Studi kami menunjukkan bahwa peneliti masih harus banyak belajar tentang bagaimana hewan 1.000 sel ini bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem,” kata Pei-Yin Shih, salah satu peneliti, sebagaimana diberitakan Science Alert.
Menurut para peneliti, spesies nematoda memang memiliki resistensi pada arsenik. Namun begitu, belum ada yang bisa menyamai kemampuan Auanema sp. yang mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kadar arsenik yang begitu tinggi. Para peneliti pun dibuat penasaran dengan temuan ini. Mereka menduga pasti ada alasan lain di balik fakta menakjubkan ini.
"Spesies Auanema sebelumnya terkurung dalam tanah yang kaya dengan kotoran mengandung konsentrasi fosfat yang tinggi,” terang para peneliti dalam laporan studi mereka yang telah diterbitkan dalam jurnal Current Biology.
ADVERTISEMENT
"Karena penyerapan arsenik terjadi secara adventif melalui pengangkut fosfat, dapat dibayangkan bahwa adaptasi terhadap kadar fosfat yang tinggi di lingkungan dapat menyebabkan peningkatan resistensi arsenik juga,” imbuhnya.
Sebagai hewan ekstremofil, nematoda memiliki ketahanan dan fleksibilitas genetik yang membuatnya mudah beradaptasi di lingkungan yang ekstrem. Nematoda sendiri merupakan hewan dengan jumlah paling berlimpah yang hidup di planet ini, maka tak heran jika di lingkungan yang ekstrem pun kita dapat dengan mudah menemukan spesiesnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan