Spesies Baru Gurita Biru Mini Seukuran Bola Golf Ditemukan di Laut Galapagos
·waktu baca 2 menit

Ilmuwan menemukan spesies baru gurita berwarna biru terang di dasar laut dekat Kepulauan Galapagos. Gurita mini seukuran bola golf itu ditemukan di kedalaman hampir 1.800 meter di bawah permukaan laut.
Spesies ditemukan oleh tim peneliti dari Charles Darwin Foundation menggunakan kapal selam mini yang dikendalikan dari jarak jauh. Ketika pertama kali melihat hewan tersebut lewat tayangan kamera bawah laut, salah satu ilmuwan terdengar berteriak kegirangan.
"Dia kecil sekali! Warnanya biru!" ujar ilmuwan itu dalam rekaman ekspedisi, mengutip AFP.
Riset penemuan spesies baru tersebut dipublikasikan di jurnal ilmiah Zootaxa.
Ahli gurita dari Field Museum of Natural History di Chicago, AS, Janet Voight, mengatakan dirinya langsung sadar bahwa hewan itu sangat istimewa.
"Begitu melihatnya, saya langsung tahu ini sesuatu yang sangat spesial," kata Voight.
Spesies baru itu diberi nama ilmiah Microeledone galapagensis. Gurita ini memiliki warna biru muda di bagian atas tubuh dan ungu gelap di bagian bawah.
Menurut Voight, pola warna tersebut kemungkinan menjadi mekanisme perlindungan alami. Ketika gurita menangkap mangsa yang memancarkan cahaya di laut dalam, bagian tubuh berwarna gelap membantu menyamarkan cahaya agar tidak menarik perhatian predator.
"Gurita itu menutupi mangsanya dengan selaput berwarna gelap supaya tetap aman," jelasnya.
Microeledone galapagensis juga punya bentuk tubuh unik. Lengannya pendek dan hanya memiliki satu baris alat pengisap, berbeda dari sebagian besar gurita lain.
Yang membuat ilmuwan makin heran, kerabat terdekat gurita ini justru hidup di lepas pantai Uruguay, di Samudra Atlantik, jauh dari lokasi penemuan di Samudra Pasifik.
Biasanya, ilmuwan harus membedah tubuh spesimen untuk memastikan spesies baru dengan memeriksa bagian mulut, paruh, dan giginya. Namun kali ini, tim peneliti hanya memiliki satu spesimen sehingga mereka memilih tidak membedahnya.
Sebagai gantinya, peneliti menggunakan teknologi CT scan untuk menghasilkan ribuan gambar sinar-X dan menyusunnya menjadi model 3D organ dalam gurita tersebut.
“Kami bisa melihat sesuatu yang belum pernah dilihat manusia lain sebelumnya,” kata kepala laboratorium sinar-X museum, Stephanie Smith.
Penemuan spesies baru di laut dalam disebut bukan hal langka karena sebagian besar dasar samudra Bumi masih belum banyak dijelajahi.
Voight mengatakan penampakan pertama gurita biru ini sebenarnya sudah direkam sejak 2015 di dekat Darwin Island, wilayah yang dinamai dari ilmuwan Inggris Charles Darwin.
