Kumparan Logo

Spesies Jamur Ini Menginfeksi Manusia untuk Pertama Kali

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jamur silver leaf (Chondrostereum purpureum). Foto: Gerrit Lammers/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jamur silver leaf (Chondrostereum purpureum). Foto: Gerrit Lammers/Shutterstock

Kasus infeksi manusia dari jamur silver leaf dilaporkan untuk pertama kalinya. Jamur ini biasanya hanya menyerang tumbuhan, tapi kini ia ditemukan menginfeksi seorang pria asal India.

Jamur bernama latin Chondrostereum purpureum ini fatal bagi tanaman. Namun belum ada kasus Silver leaf menyerang manusia, hingga kali ini.

Seorang ahli jamur berusia 61 tahun asal India diketahui menderita suara serak, kelelahan, dan sulit menelan setelah berurusan dengan silver leaf. Ini membuktikan jamur ini bisa lompat dari yang hanya menyerang tumbuhan, ke manusia.

Mulanya ia memeriksakan diri ke rumah sakit tanpa tahu apa yang dideritanya. Pemindaian CT X-ray di lehernya menunjukkan abses berisi nanah di sebelah trakeanya.

Tes laboratorium gagal menemukan bakteri yang mungkin menjadi penyebab, tetapi teknik pewarnaan (staining) khusus untuk jamur mengungkapkan adanya filamen panjang seperti akar yang disebut hifa (bagian dari jamur).

Penyakit jamur tidak jarang terjadi pada manusia, meskipun dari jutaan spesies yang diketahui, hanya beberapa ratus yang mampu menyebabkan banyak bahaya bagi kita. Kurap, tinea pedis (kurap kaki), dan sariawan biasanya betah di area lembab kulit manusia, yang membuat iritasi.

Namun, infeksi yang terjadi pada pria ini tidak mirip dengan yang mana pun, sehingga dokter yang menanganinya mencari nasihat dari pusat referensi dan penelitian jamur WHO, yang mengidentifikasi agen infeksi terduga melalui dari DNA-nya.

Meskipun memang merupakan seorang ahli jamur, sang pasien tidak dapat mengingat pernah bekerja dengan spesies khusus ini baru-baru ini. Pekerjaan lapangannya telah membuatnya bersentuhan dengan bahan yang membusuk dan jamur tanaman lainnya, yang berpotensi menjelaskan sumber infeksinya.

Ilustrasi jamur silver leaf (Chondrostereum purpureum). Foto: Alex Manders/Shutterstock

Infeksi jamur tak bisa diabaikan

Layaknya bakteri dan virus, fungi atau jamur juga dapat menyerang manusia sebagai pathogen, namun tidak semudah itu. Untuk bisa menginfeksi manusia, jamur butuh karakter khusus.

Jamur tak hanya harus mendapatkan asupan makanan, tapi juga tahan terhadap lingkungan mematikan di dalam tubuh manusia. Halangan tersebut membuat tidak semudah itu bagi jamur yang biasa menginfeksi tanaman, lompat menginfeksi manusia.

Pada kasus biasa, jamur sangat efisien menyerang manusia yang sistem imunnya sedang melemah (immunocompromised), seperti penderita HIV, diabetes, hingga pasien penyakit kronis. Namun pada kasus si pria India, ia tidak sedang dalam kondisi immunocompromised.

"Patogen manusia lintas-kerajaan, dan reservoir tanaman potensial mereka, memiliki implikasi penting bagi munculnya penyakit menular," ungkap tim peneliti di laporan yang terbit di jurnal Medical Mycology Case Reports per 13 Maret 2023.

Untungnya dalam kasus ini, pembersihan saluran tenggorokan secara teratur selama dua bulan dengan agen antijamur biasa seperti Vorikonazol berhasil. Setelah dua tahun pemeriksaan, pasien masih baik-baik saja tanpa tanda-tanda infeksi berulang.

Awal dan asal usul kasus ini masih belum dipahami sepenuhnya. Namun juga terlalu jauh untuk menyebut ini potensi pandemi/endemi, karena sejauh ini baru 1 kasus silver leaf yang ditemukan.