Tekno & Sains
·
24 Juni 2021 9:33
·
waktu baca 2 menit

Spiral Misterius Mirip UFO Muncul di Langit Pasifik, dari Mana Asalnya?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Spiral Misterius Mirip UFO Muncul di Langit Pasifik, dari Mana Asalnya? (579867)
searchPerbesar
Spiral yang Terlihat Langit Kaledonia Baru dan Vanuatu Foto: Association Caledonienne d'Astronomie via IFL Science
Langit masih menyimpan banyak misteri. Mulai dari keberadaan UFO, sampai fenomena aneh yang belum bisa dijelaskan oleh sains, terkecuali peristiwa yang terjadi di langit Kaledonia Baru dan Vanuatu di Pasifik Barat Daya sekitar pukul 6 sore waktu setempat (18/6) ini.
ADVERTISEMENT
Seorang saksi secara tak sengaja melihat dan memotret spiral misterius namun indah ini. Tampak membingungkan karena secara kasat mata, spiral tersebut berwarna abu-abu seperti bulan di langit.
“Beberapa saksi di Yaté, Thio, La Tontouta dan Vanuatu melihat fenomena aneh ini," tulis Asosiasi Astronomi Kaledonia Baru (ACA) dalam posting-an Facebook mereka dikutip IFL Science.
Fenomena ini ternyata tak cuma terjadi sekarang saja. Pada tahun 2009 lalu, para Astronom juga pernah mencatat kejadian serupa di Norwegia. Spiral tersebut muncul selama 10 menit, bahkan lebih dramatis dari apa yang terjadi sekarang.
"Kami tidak memiliki penjelasan, tetapi berdasarkan penelitian awal kami, satu-satunya fenomena serupa tetapi bahkan lebih dramatis adalah Spiral Norwegia pada 2009.”
ADVERTISEMENT
Usut punya usut, pemandangan itu ternyata berasal dari kesalahan peluncuran Rudal Bulava dari Rusia. Menurut laporan New Scientist, rudal tersebut saat itu rusak sehingga menyebabkan mesin roket mengarah ke sudut yang salah.
Kesalahan tersebut menyebabkan rudal berputar-putar, mengeluarkan sampai menciptakan tampilan spiral yang berukuran besar.
Kondisi yang sama itu terjadi lagi kali ini pada 18 Juni. Bedanya kali ini, bukan rudal Rusia yang kini mengalami kesalahan teknis, melainkan roket Long March 2C China.
“Jonathan McDowell, seorang astronom Amerika yang membuat daftar semua manuver dan peluncuran orbit di planet ini mengkonfirmasi bahwa itu adalah tahap kedua dari roket Long March 2C China, yang lepas landas pada 18 Juni pukul 06:25 UTC dari pusat peluncuran. Xichang, dengan 4 satelit di dalamnya,” tulis ACA di laman Facebooknya.
ADVERTISEMENT
Roket Long March China 2C China punya misi membawa satelit. Setelah misinya selesai, roket akan mengalami fase jatuh kembali ke Bumi dan mengeluarkan bahan bakarnya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah tangkinya meledak di orbit.
Pada bulan Juli peluncuran serupa juga akan terjadi. Jadi, akan ada kemungkinan spiral seperti ini akan muncul kembali di langit Pasifik. Jadi, tunggu saja ya.