Spons Berusia 300 Tahun Ditemukan Pesta Makan Bangkai di Bawah Laut Arktik

10 Februari 2022 11:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Spons Berusia 300 Tahun Ditemukan Pesta Makan Bangkai di Bawah Laut Arktik (1227)
zoom-in-whitePerbesar
Peneliti menemukan spons di bawah laut Arktik dengan usia rata-rata 300 tahun. Foto: Alfred Wegener Institute/PS101 AWI OFOS system
ADVERTISEMENT
Di gunung bawah laut di Samudra Arktik, hidup sekelompok spons dengan rahasia mengerikan. Ketersediaan makanan di air miskin nutrisi, spons bertahan hidup dengan mencerna sisa-sisa hewan yang telah lama mati yang pernah menghuni puncak gunung bawah laut tempat spons sekarang hidup.
ADVERTISEMENT
Makhluk hidup mengerikan ini ditemukan di Langseth Ridge, bagian dari bekas gunung berapi bawah laut di Arktik Tengah, pada kedalaman 500 hingga 600 meter yang suhunya berada di titik beku. Di kedalaman es itu, para peneliti menemukan ribuan spons yang menutupi area seluas 15 kilometer persegi.
Di beberapa bagian laut dalam dengan nutrisi langka, ekosistem dasar laut sering hidup berkelompok, menempati ventilasi hidrotermal yang menyediakan panas dan makanan. Makanan juga bisa hadir karena terbawa arus yang kuat dari atas atau bawah laut.
Uniknya, spons mengerikan ini punya persediaan makanan khusus yang sangat berlimpah, yakni senyawa terlarut dari kuburan cacing tabung dan bivalvia yang telah mati. Mereka mencernanya dengan sedikit bantuan dari bakteri menguntungkan.
ADVERTISEMENT
Diterbitkan di jurnal Nature Communications, guna melihat bagaimana spons hidup di kedalaman laut para ilmuwan menggunakan kamera dan sensor yang disebut Ocean Floor Observation and Bathymetry System. Dengan menggunakan alat ini, peneliti juga bisa mengumpulkan sampel spons.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Spons Berusia 300 Tahun Ditemukan Pesta Makan Bangkai di Bawah Laut Arktik (1228)
zoom-in-whitePerbesar
Peneliti menemukan ekosistem yang subur di bawah laut Arktik. Foto: Alfred Wegener Institute/PS101 AWI OFOS system
Tak hanya itu, mereka memakai robot selam yang dioperasikan dari jauh disebut Nereid Under-Ice untuk melihat lingkungan di sekitar spons. Dari sini, peneliti menemukan ribuan spons yang berkumpul di puncak gunung bawah laut.
Banyak dari mereka memiliki ukuran yang cukup besar, mencapai diameter hingga 1 meter,”
- Teresa Morganti, penulis utama studi dan peneliti posdoctoral di Max Planck Institute for Marine-
"Pertanyaan utamanya adalah, 'Bagaimana komunitas seperti itu bisa bertahan di daerah ini?’ Kami berhipotesis bahwa mereka dapat menggunakan sumber makanan lokal, dalam hal ini, sisa-sisa komunitas rembesan kuno ini," ujar Morganti, seperti dikutip LiveScience.
Di bawah spons, peneliti menemukan biomassa padat yang ditinggalkan oleh cacing laut yang mati karena aktivitas vulkanik gunung bawah laut sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun lalu. Jejak spons di atas lapisan fosil menunjukkan tempat spons mencari makan sebelum akhirnya menetap di sana.
ADVERTISEMENT
Sebagian besar berusia sekitar 300 tahun dan mereka menampung beragam mikroorganisme. Bakteri dalam filum Chloroflexi kemungkinan memainkan peran penting dalam mendegradasi fosil cacing tabung dan melepaskan bahan organik terlarut yang membuat spons tetap makan.
Pertanyaan selanjutnya, jika spons sudah berada di tempat ini selama berabad-abad dan kini jumlahnya ribuan, apakah persediaan makanan mereka terancam habis? Mungkin tidak, kata peneliti, karena spons memiliki tingkat metabolisme yang sangat lambat.

“Karena ini adalah individu besar yang tinggal di Arktik tengah di mana suhunya rendah, metabolisme mereka secara umum sangat lambat. Mereka tidak mengonsumsi sumber makanan ini dengan sangat cepat, jadi saya pikir mereka punya banyak makanan di sana."

- Teresa Morganti, penulis utama studi dan peneliti posdoctoral di Max Planck Institute for Marine

ADVERTISEMENT
Lebih lanjut Morganti mengatakan, permukaan laut di atas Langseth Ridge biasanya tertutup lapisan es. Tapi saat Arktik menghangat dan permukaan es laut mencair, lebih banyak partikel nutrisi akan melayang dari permukaan laut dan gunung di bawahnya. Jika makanan menjadi lebih banyak di kedalaman laut, spesies laut lainnya mungkin mulai bergerak masuk dan dapat mengganggu habitat spons.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020