Kumparan Logo

Startup Robot Antariksa Siap Kirim GPU Nvidia ke Bulan, Pertama dalam Sejarah

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Nvidia. Foto: PhotoGranary02/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nvidia. Foto: PhotoGranary02/Shutterstock

Perusahaan rintisan (startup) robot antariksa Lunar Outpost bersiap mengirim GPU Nvidia ke Bulan. Chip Nvidia Jetson akan dipasang pada rover terbaru perusahaan dan berpotensi menjadi GPU pertama dalam sejarah yang beroperasi di permukaan Bulan.

Lunar Outpost akan menggunakan Nvidia Jetson untuk mengendalikan sistem lidar pada rover. Teknologi ini membantu kendaraan mengukur jarak, membaca medan, dan memetakan lingkungan di sekitarnya.

"Kami menggunakan Nvidia Jetson dan membandingkannya dengan platform komputasi penerbangan kami yang memiliki rekam jejak lebih panjang dalam misi antariksa," kata CEO Lunar Outpost, Justin Cyrus, mengutip TechCrunch.

"(Kami) melihat apa kelebihannya, apa kekurangannya. Dan kami benar-benar mendorong adopsi sistem berbasis GPU yang lebih mumpuni ini di lingkungan yang sangat ekstrem ini."

Model skala kendaraan eksplorasi bulan, termasuk (kiri) Blue Origin Mark 1 Lunar Lander, Astrolab Crewed Lunar Rover, Lunar Outpost Pegasus rover, dan Firefly Elytra Dark. Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP

GPU Jetson memungkinkan sistem robotik memproses data sensor secara lokal. Kemampuan tersebut membuat rover dapat memahami kondisi lingkungan dan merespons perubahan dengan lebih cepat.

Platform ini tidak sepopuler chip AI Nvidia Blackwell dan Vera Rubin. Namun, desainnya yang ringkas dan hemat daya membuat Jetson banyak digunakan dalam sistem physical AI, teknologi AI yang menghubungkan peranti lunak dengan robot di dunia fisik.

Rover Lunar Outpost Akan Masuk Kawah Bulan

Rover Lunar Outpost akan dibawa menggunakan wahana pendarat buatan Intuitive Machines. Kendaraan itu dirancang untuk mengangkut sejumlah sensor ke kawah dan lokasi yang sulit dipelajari dari orbit.

Pada misi berikutnya, Lunar Outpost akan menjelajahi Reiner Gamma, wilayah di permukaan Bulan dengan anomali magnetik yang masih membingungkan ilmuwan.

Setiap misi dijadwalkan meluncur dengan roket Falcon 9 sebelum akhir tahun.

Tiga wahana penjelajah Bulan yang dikembangkan oleh Intuitive Machines, Lunar Outpost, dan Venturi Astrolab. Foto: NASA

Lunar Outpost mengembangkan rover tersebut di tengah upaya NASA meningkatkan keterlibatan perusahaan swasta dalam eksplorasi Bulan. NASA membayar perusahaan teknologi untuk membuat kendaraan yang dapat membawa sensor ilmiah, mempelajari medan, dan mencari sumber daya seperti air.

Program itu menjadi bagian dari persiapan NASA mengembalikan astronaut ke Bulan, yang mungkin dilakukan paling cepat pada 2028.

Tantangan Menyalakan GPU di Bulan

Pengoperasian GPU di permukaan Bulan menghadapi tantangan yang lebih berat dibandingkan di orbit dekat Bumi. Chip harus bertahan dari paparan radiasi kosmik, perubahan suhu ekstrem, serta periode malam Bulan dengan pasokan energi terbatas.

"Sistem Anda harus bertahan melewati malam Bulan dan harus melakukannya dengan daya yang sangat rendah," ujar Cyrus.

Ilustrasi bulan. Foto: Fernando Astasio Avila/Shutterstock

Jika berhasil, Jetson dapat meningkatkan kemampuan rover dalam memproses kondisi sekitar dan mengambil keputusan secara mandiri. Lunar Outpost saat ini menggabungkan physical AI dengan sistem deterministik yang bekerja berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan.

"Sistem otonomi kami lima tahun lalu sedikit lebih deterministik, dan sekarang sistem tersebut menjadi kombinasi antara deterministik dan physical AI," jelas Cyrus.

Siapkan Tenaga Kerja Robotik di Bulan

Lunar Outpost menilai robot otonom akan berperan penting dalam membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di Bulan. Robot dapat memetakan medan, membawa peralatan, dan mengerjakan tugas berat sebelum astronaut tiba.

Dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan telah menjadwalkan peluncuran beberapa rover otonom berukuran kecil. Lunar Outpost juga mengembangkan Pegasus, kendaraan lebih besar yang dirancang untuk membawa astronaut.

Administrator NASA Jared Isaacman dan Lori Glaze, memperhatikan layar yang menampilkan rover Lunar Outpost Pegasus selama konferensi pers di markas besar NASA di Washington, DC, pada 26 Mei 2026. Foto: Mandel Ngan / AFP

Pegasus masih menunggu roket buatan Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos. Kendaraan peluncur tersebut mengalami anomali pada musim panas dan belum diketahui kapan dapat kembali terbang.

Nvidia juga telah bekerja sama dengan Firefly Aerospace untuk mengoperasikan Jetson pada satelit yang mengorbit Bulan. Chip tersebut akan memproses citra guna membantu pemetaan Bulan dan melacak robot yang beroperasi di permukaannya.