Studi: Hantaman Asteroid Pembunuh Dinosaurus Hasilkan Tsunami Setinggi 4,5 Km
·waktu baca 3 menit

Sekitar 66 juta tahun yang lalu atau tepatnya pada zaman dinosaurus, Bumi pernah dihantam asteroid raksasa yang memicu tsunami berukuran jumbo dengan gelombang 1,6 km di Teluk Meksiko dan menyebar ke seluruh dunia.
Para peneliti menemukan bukti tsunami besar ini setelah menganalisis inti dari lebih 100 situs di seluruh dunia dan membuat model gelombang mengerian dampak asteroid di Semananjung Yucatan, Meksiko.
"Tsunami ini cukup kuat untuk mengganggu dan mengikis sedimen di cekungan laut di belahan dunia," kata Molly Range, penulis utama penelitian yang melakukan studi pemodelan untuk tesis master di Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan di University of Michigan sebagaimana dikutip Science Alert.
Berdasarkan temuan sebelumnya, tim membuat model simulasi asteroid berukuran 14 km dan meluncur dengan kecepatan 43.500 km atau 35 kali kecepatan suara saat menghantam Bumi. Hantaman itu memusnahkan hampir seluruh makhluk hidup di Bumi termasuk dinosaurus dan sekitar tiga perempat dari semua spesies tumbuhan dan hewan.
Banyak dampak yang bisa ditimbulkan dari hantaman asteroid, seperti memicu panas ekstrem dari api yang dikeluarkan asteroid, menghancurkan bebatuan kaya belerang sehingga menyebabkan hujan asam mematikan, dan dingin ekstrem yang terjadi secara global dan berlangsung sangat lama.
Untuk mempelajari lebih lanjut tsunami akibat hantaman asteroid zaman dinosaurus, Range dan timnya meneliti geologi Bumi dan berhasil menganalisis 120 sedimen laut yang terbentuk tepat sebelum dan sesudah peristiwa kepunahan massal terjadi yang menandai akhir periode Kapur.
Hasil simulasi mereka menemukan, energi awal dari tsunami tersebut mencapai 30.000 kali lebih besar dari energi yang dikeluarkan tsunami Aceh pada Desember 2004 yang menewaskan lebih dari 230.000 orang. Hantaman asteroid menciptakan kawah Chicxulub selebar 100 km dan mengeluarkan awan debu dan jelaga ke atmosfer.
Dalam waktu 2,5 menit pasca-hantaman, air laut mulai naik dan menciptakan gelombang dahsyat setinggi 4,5 km. Gelombang itu dengan cepat menyebarkan ke seluruh dunia, menyapu seluruh makhluk yang ada di dekatnya.
Sekitar 10 menit kemudian, gelombang kedua setinggi 1,5 km berjarak 137 km dari lokasi hantaman asteroid muncul dan menyapu teluk ke segala arah. 1 jam kemudian, tsunami mulai surut dan meninggalkan Teluk Meksiko seperti gelombang bergerak ke arah Atlantik Utara. Dan 4 jam berlalu, tsunami mulai melewati Central American Seaway– sebuah jalur yang memisahkan Amerika Utara dan Amerika Selatan– menuju Pasifik.
Dalam waktu satu hari, gelombang telah melewati sebagian besar Pasifik dan Atlantik, memasuki Samudra Hindia dari kedua sisi, dan menyentuh sebagian besar garis pantai dunia dalam waktu 48 jam.
Adapun wilayah yang lolos dari gelombang tsunami adalah Atlantik Selatan, Pasifik Utara, Samudra Hindia dan Laut Mediterania. Simulasi Range menunjukkan kecepatan air di daerah-daerah tersebut kurang dari 0,6 km/jam.
Tim bahkan menemukan endapan batuan akibat peristiwa hantaman asteroid di pulau utara dan selatan Selandia Baru bagian timur, yang berjarak lebih dari 12.000 km dari kawah Chicxulub di Meksiko.
"Kami merasa endapan ini merekam efek dari dampak tsunami, dan ini mungkin konfirmasi paling jelas tentang signifikansi global dari peristiwa ini," kata Range.
