Studi: Mencium Aroma Pasangan Dapat Turunkan Tingkat Stres pada Wanita
·waktu baca 3 menit

Tahukah kamu, mencium aroma pasangan atau pakaian pasangan dapat menurunkan tingkat stress pada wanita. Hal ini juga dapat membantu meredakan kecemasan pada mereka.
Ilmuwan melakukan sebuah penelitian. Mereka melihat penurunan tingkat stres hanya berlaku bagi para wanita dengan pasangannya saja. Hal ini tak berlaku kalau mereka mencium aroma tubuh pria asing yang tak mereka kenal.
Fenomena ini bisa muncul lantaran mereka biasa mengenakan baju pasangan saat ditinggal pergi.
“(Mereka) juga tidak sadar kenapa mereka (bisa berperilaku (seperti itu),” kata penulis studi utama Marlise Hofer, mahasiswa pascasarjana psikologi di University of British Columbia. di Vancouver, Kanada dilansir Reuters.
"Aroma pasangan saja, bahkan tanpa kehadiran fisik mereka, bisa menjadi alat yang ampuh untuk membantu mengurangi stres," kata dia.
Hofer dan rekannya meneliti 96 pasangan berusia 20 tahun awal. Mereka meminta para pria mengenakan baju putih selama 24 jam tanpa menggunakan deodoran atau pewangi.
Para pria itu juga diminta untuk membalik dan melipat baju mereka. Para pria lalu diminta memasukkan baju mereka ke dalam kantong plastik tertutup dalam kondisi lipatan kemeja area ketiak, terbuka.
Para wanita lanjut diminta ikut dalam social stress test. Tes ini mencakup skenario wawancara kerja, pertanyaan matematika mental tak terduga yang pada akhirnya dapat membuat mereka stres.
Selanjutnya, mereka secara acak ditugaskan untuk mencium satu baju sebanyak tiga kali sebelum dan setelah tes. Para wanita ini tak tahu baju yang akan diciumnya apakah itu baju pasangannya atau orang asing.
Mereka lalu diminta menyelesaikan kuesioner lima kali selama percobaan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kecemasan, ketidaknyamanan fisik, ketegangan, keinginan untuk meninggalkan situasi dan perasaan terkendali.
Sampel air liur mereka turut dikumpulkan tujuh kali selama percobaan untuk mengukur seberapa besar kadar hormon stres kortisol mereka.
Hasil penelitian menunjukkan, wanita yang secara kebetulan mencium aroma baju pasangannya, sebelum dan setelah stress test, mengalami tingkat stres yang relatif sedikit.
Para peneliti terkejut, menemukan fakta sebaliknya, bahwa wanita yang mencium baju orang asing justru mengalami peningkatan kadar hormon kortisol. Hal ini menunjukkan, pentingnya seorang pasangan untuk senantiasa dekat saat wanita sedang mengalami stres.
"Selama masa stres, pertahankan orang yang Anda cintai tetap dekat dengan kamu,” kata Dr. Sean Mackey dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford di Palo Alto, California.
Mackey juga memberi sedikit tips: sah-sah saja sebenarnya bagi para wanita untuk membawa baju pasangannya saat bekerja atau bepergian jauh. ‘Kalau-kalau’ di tengah perjalanan kangen atau stres, mereka bisa mengingat pasangan mereka dengan mencium aroma bajunya yang khas.
Studi ini terbit dalam Journal of Personality and Social Psychology, dengan judul 'Olfactory cues from romantic partners and strangers influence women’s responses to stress.'
