Kumparan Logo

Studi Terbaru Ungkap Penyebab Mumi ‘Alien’ Punya Bentuk Unik

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mumi 'Alien' Atacama (Foto: Bhattacharya S et al. 2018)
zoom-in-whitePerbesar
Mumi 'Alien' Atacama (Foto: Bhattacharya S et al. 2018)

Sebuah tim peneliti dari berbagai negara melakukan studi untuk memecahkan misteri mumi ‘alien’ yang ditemukan di Gurun Atacama, Chile.

Pada 2003, sebuah mumi kecil yang hanya memiliki panjang 15 sentimeter, ditemukan di sebuah kota pertambangan di Chile. Selain karena bentuknya yang mungil, mumi ini memiliki kepala yang memanjang. Karena bentuknya yang aneh tersebut, maka banyak yang mengira kalau mumi tersebut adalah mumi alien.

Sampai akhirnya pada 2013, studi yang dilakukan oleh peneliti dari Stanford University memberikan bukti bahwa mumi ini adalah mumi manusia. Dan pada Maret 2018, jurnal Genome Research mempublikasikan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa mumi ini adalah milik seorang perempuan berdarah Chile yang masih berupa janin ketika meninggal.

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa Ata, panggilan untuk mumi ini, mengalami mutasi genetik yang mengubah bentuknya.

Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di International Journal of Paleopathology mengatakan bahwa hasil studi pada bulan Maret tersebut diragukan hasilnya. Para peneliti dalam studi terbaru ini mengatakan tidak dapat menemukan bukti adanya kelainan pada tengkorak Ata. Selain itu, mereka juga menyebut bahwa hasil penelitian pada Maret tersebut didapatkan karena adanya kesalahpahaman mengenai proses perkembangan janin.

Pemandangan Malam di Gurun Atacama (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan Malam di Gurun Atacama (Foto: Wikimedia Commons)

Studi yang dipublikasikan pada Juli 2018 ini mengatakan bahwa janin yang berusia sekitar 15 minggu tersebut sebenarnya adalah janin yang normal. Sementara itu, tengkoraknya yang memanjang dapat dijelaskan karena adanya proses geologis dan proses kelahiran yang kemudian mempengaruhi bentuk kepala mumi tersebut.

Studi terbaru ini mengatakan kepala janin memanjang karena adanya proses deformasi plastik. Ketika mayat janin tersebut dikuburkan, panas dan tekanan yang ada di dalam tanah membuat tengkorak mumi tersebut memanjang.

Mumi 'Alien' Atacama (Foto: Mumi 'Alien' Atacama)
zoom-in-whitePerbesar
Mumi 'Alien' Atacama (Foto: Mumi 'Alien' Atacama)

Selain mempermasalahkan hasil studi yang dipublikasikan pada Maret lalu, studi terbaru ini juga mempermasalahkan apakah studi pada Maret 2018 mengikuti kaidah dan etika penelitian. Karena sebelumnya, pemerintah Chile menuduh bahwa untuk melakukan penelitian ini, mumi tersebut dicuri dan diselundupkan keluar dari Chile.

Menanggapi studi terbaru ini, dilansir Newsweek, pihak Genome Research kemudian mengeluarkan pernyataan untuk membela hasil studi yang dipublikasikan di jurnal mereka pada Maret lalu tersebut dan mengatakan bahwa sebelum dipublikasikan, naskah hasil studi itu sudah melalui peer review dari para ahli.

Namun demikian, para editor Genome Research berjanji akan meninjau ulang kebijakan untuk mempublikasikan berbagai studi di jurnal mereka tersebut.