Kumparan Logo

Studi: Virus COVID-19 Bisa Picu Imun Tubuh Kuat Lawan Kanker Stadium 4

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sel kanker. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sel kanker. Foto: Shutterstock

Sebuah studi baru menemukan fakta, virus COVID-19 ganas, bisa memicu sel imun untuk melawan sel kanker. Ada empat jenis kanker yang ditemukan menyusut seperti kanker paru, payudara, melanoma hingga usus besar.

Studi dilakukan lewat percobaan pada tikus jantan dan betina. Mereka disuntikkan empat jenis kanker di atas dengan level stadium 4.

Mereka lalu diberi obat untuk merangsang sistem imun, meniru dampak infeksi COVID-19 yang parah dan mendorong produksi monosit khusus. Hasilnya, tumor mulai menyusut setelah diberi terapi ini, menurut laporan IFL Science.

“Penelitian di sini difokuskan pada jenis sel darah putih yang disebut monosit,” jelas Justin Stebbing, profesor ilmu biomedis di Anglia Ruskin University dilansir The Conversation.

"Sel-sel imun ini memainkan peran penting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi dan ancaman lainnya. Namun, pada pasien kanker, monosit terkadang dapat dibajak oleh sel-sel tumor dan diubah menjadi sel-sel yang ramah kanker yang melindungi tumor dari sistem imun."

Dalam kondisi tertentu, penulis studi menemukan, ada sub-kelompok khusus monosit muncul dengan sifat pembunuh kanker, saat tikus disuntikkan virus COVID-19. Monosit jenis ini unik karena tidak berubah menjadi sel ramah kanker.

Monosit ini mengekspresikan reseptor permukaan yang mengikat secara sempurna urutan RNA tertentu pada SARS-CoV-2.

Dari penelitian mereka, para penulis yakin mereka telah menemukan cara untuk menginduksi populasi monosit ini dengan obat, ketimbang mengambil risiko terserang penyakit virus yang parah. Hal ini menunjukkan bukan berarti orang harus secara aktif mencoba tertular COVID untuk mengobati kanker.

Temuan ini memang masih terbatas pada tikus. Pengujian klinis diperlukan sebelum obat ini dapat diaplikasikan pada manusia.

Studi ini dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Investigation dengan judul 'Inducible CCR2+ nonclassical monocytes mediate the regression of cancer metastasis.'