Sudah Masuk Indonesia, Ini 5 Gejala Utama Virus Corona Varian Omicron
·waktu baca 3 menit

Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan adanya transmisi lokal kasus corona Omicron. Hal ini disampaikan oleh jubir Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.
"Ada 1 kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia," kata dia dalam jumpa pers virtual, Selasa (28/12).
Dengan begitu, total kasus Omicron di Indonesia menjadi 47 kasus, di mana 46 di antaranya adalah kasus imported case. Adapun kasus transmisi lokal ini melibatkan laki-laki berusia 37 tahun yang tidak memiliki riwayat ke luar negeri ataupun kontak dengan orang yang sudah melakukan perjalanan dari luar negeri. Ironisnya, pasien sempat mengunjungi restoran di SCBD sebelum terkonfirmasi positif corona varian Omicron.
Saat ini, corona Omicron telah menjadi varian paling dominan di beberapa negara di dunia, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Baru-baru ini para peneliti berhasil melacak gejala paling umum dari varian Omicron.
Ini didapat dari hasil survei menggunakan aplikasi Covid Symptom Study, sebuah aplikasi smartphone untuk menghimpun berbagai gejala Covid yang dilaporkan pasien selama terpapar corona.
Berdasarkan data awal yang dikumpulkan peneliti dari 171 pengguna yang sebagian besarnya sudah divaksin dan dikonfirmasi terpapar corona varian Omicron menunjukkan bahwa setidaknya ada 5 gejala umum dari varian ini. 5 Gejala tersebut meliputi:
Pilek
Sakit kepala
Kelelahan
Bersin-bersin
Sakit tenggorokan
Kelimanya juga merupakan gejala utama varian Delta. Sementara gejala umum COVID-19 seperti demam, batuk, dan anosmia tidak termasuk dalam gejala varian Omicron.
“Bagi kebanyakan orang, kasus positif Omicron akan terasa lebih seperti flu biasa, dimulai dengan sakit tenggorokan, pilek, dan sakit kepala,” ujar Tim Spector, seorang profesor epidemiologi di King's College London dan penulis utama penelitian. “Kita perlu segera mengubah pesan publik untuk menyelamatkan nyawa.”
Lebih lanjut ia menyebut, dari 171 pengguna yang melaporkan gejala terkait Omicron, hanya setengahnya yang mengalami gejala demam, batuk, atau kehilangan indra perasa atau penciuman (anosmia).
Para peneliti di Norwegia juga baru-baru ini melaporkan hal yang serupa. Dalam 87 kasus varian Omicron yang terkonfirmasi di sana, gejala yang paling umum dialami pasien adalah batuk, pilek atau hidung tersumbat, kelelahan, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Lebih dari setengahnya mengalami demam, sementara hanya 23 persen yang kehilangan indra perasa, dan 12 persen penurunan penciuman.
Varian Omicron sendiri disebut memiliki tingkat penularan lebih tinggi ketimbang Delta, dan kebal terhadap imun tubuh yang terbentuk oleh vaksin. Kendati begitu, vaksin masih berguna untuk meringankan gejala ketika pasien terpapar corona Omicron.
“Kami tahu kami akan terus mendengar lebih banyak tentang orang yang terinfeksi yang sudah divaksin. Orang-orang ini mungkin mengalami gejala ringan atau tanpa gejala dan tanpa sadar dapat menyebarkan infeksi ke orang lain,”
- Rochelle Walensky, Direktur CDC -
Gejala corona Omicron yang tampak seperti flu biasa membuat tes corona antigen atau PCR menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi Covid atau tidak, termasuk berguna untuk memperlambat penularan.
Jadi, jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, maka ada baiknya segera melakukan tes Covid, untuk memastikan apakah kamu terpapar corona atau tidak.
