Surat Ikonik Tulisan Tangan Einstein Dijual, Harganya Tembus Rp 17 Miliar
·waktu baca 2 menit

Sebuah surat tulisan tangan Albert Einstein yang ditunjukkan kepada fisikawan lain berhasil terjual dengan harga fantastis, yakni sekitar 1,2 juta dolar AS atau setara Rp 17 miliar. Surat itu dibeli oleh seorang kolektor anonim.
Salah satu topik yang dibicarakan dalam surat adalah persamaan E=mc2, rumus yang sering dikenal dan sangat penting dalam menjelaskan persamaan nilai antara energi dan massa.
Surat ditulis dalam bahasa Jerman itu dikirim ke fisikawan Amerika-Polandia, Ludwik Silberstein, seorang kritikus terkenal. Dokumen ditandatangani A. Einstein, bertanggal 26 Oktober 1946.
Surat telah lama tersimpan di arsip Silberstein, namun baru-baru ini dilelang oleh keluarganya. Awalnya, pihak keluarga berharap surat dari Einstein bisa terjual dengan harga 400.000 dolar AS. Namun setelah dilelang, harganya melambung tinggi hingga tiga kali lipat. Adapun surat dilelang di sebuah rumah lelang yang berbasis di Boston.
"E=mc2 adalah persamaan paling terkenal di dunia," kata Bobby Livingston, wakil presiden eksekutif di RR Auction, dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Live Science. "Oleh karena itu, ini adalah surat penting dari sudut pandang fisika".
Einstein pertama kali mempublikasikan persamaan E=mc2 dalam sebuah makalah ilmiah pada 1905. Persamaan E=mc2 menunjukkan bahwa massa dan energi adalah entitas yang sama. Persamaan ini berhasil mendobrak pemikiran ilmuwan terdahulu yang meyakini bahwa massa dan energi sama sekali tidak berkaitan.
Persamaan tersebut juga memungkinkan Einstein untuk membuktikan teorinya tentang relativitas yang mengatakan bahwa tidak ada yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya dalam ruang hampa karena benda yang bergerak pada kecepatan tersebut akan memiliki massa tak terhingga dan oleh karena itu membutuhkan energi tak terhingga untuk bergerak.
Relativitas juga telah mengubah dunia fisika dengan memperkenalkan konsep ruang-waktu, yang menjadi dasar bagi teori relativitas umum Einstein yang terbit pada 1915. Dalam teori relativitas itu disebutkan bahwa gravitasi adalah hasil distorsi dalam ruang-waktu yang disebabkan oleh benda-benda yang bergerak melewatinya.
Dalam surat tersebut, Einstein menulis persamaan E=mc2 untuk menyoroti perbedaan energi antara dua massa pada jarak tak terhingga dan jarak tertentu satu sama lain, sebagai tanggapan atas pertanyaan Silberstein.
“Pertanyaan Anda bisa dijawab dengan rumus E=mc2, tanpa pengetahuan apapun,” tulis Einstein dalam surat tersebut.
