Kumparan Logo

Takut Perang Nuklir, Orang Eropa Panik Beli Banyak Tablet Yodium, Buat Apa?

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pil. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pil. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Saat ini, orang-orang di seluruh Eropa berlomba-lomba menimbun tablet yodium, karena menduga perang antara Rusia dan Ukraina akan menggunakan senjata nuklir. Tablet yodium dianggap bisa melindungi orang dari keracunan radiasi.

Orang-orang yang tinggal di banyak negara bekas Blok Timur, seperti Polandia, Bulgaria, dan Republik Ceko, berbondong-bondong datang ke apotek untuk membeli tablet yodium. Menurut Reuters, hal serupa juga terjadi di Finlandia yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Panic buying juga terjadi di AS, di mana permintaan tablet yodium meningkat secara signifikan menyusul ucapan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang bernada ancaman dan mengarah pada penggunaan senjata nuklir dalam invasi ke Ukraina.

Adanya fenomena ini, harga jual tablet yodium mulai meroket. Di situs e-commerce eBay, misalnya, satu paket tablet yodium dibanderol dengan harga 149 dolar AS atau setara Rp 2 juta. Yang jadi pertanyaan, benarkah tablet yodium bisa melindungi diri dari keracunan radiasi?

Prajurit ambil bagian dalam latihan taktis dan khusus bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Foto: Sergei Supinsky / AFP

Apa itu Yodium

Yodium hadir dalam bentuk garam kalium iodida (KI). Yodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh kelenjar tiroid untuk membentuk hormon tiroid. Hormon tiroid sendiri merupakan hormon yang sangat penting, karena berperan dalam mengendalikan metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Tubuh tidak dapat menghasilkan yodium sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan yodium dari makanan atau vitamin. Kekurangan yodium akan mengakibatkan dampak yang luas bagi kesehatan.

Kenapa kamu harus mengonsumsi yodium setelah insiden nuklir

Dijelaskan IFLScience, yodium bisa sangat berguna saat terjadi insiden nuklir, kendati bukan berarti dia adalah obat untuk semua bentuk radiasi.

Jadi begini, ketika nuklir meledak, itu akan melepaskan yodium radioaktif ke udara dan bisa masuk ke tubuh siapa pun yang ada di dekatnya. Meminum yodium sebelum atau sesudah insiden nuklir terjadi secara efektif akan mengisi tiroid sehingga dapat melindungi diri dari yodium radioaktif yang terserap ke dalam tubuh.

Sederhananya, tiroid akan menghalangi yodium radioaktif memasuki kelenjar dan dapat membantu melindungi diri dari cedera. Satu pil yodium dapat melindungi diri dari radiasi nuklir selama 24 jam.

Ilustrasi dokter memeriksa sel kanker. Foto: Getty Images

Sebagaimana diketahui, salah satu risiko utama paparan radiasi dalam jangka panjang adalah menyebabkan kanker tiroid, terutama bagi anak-anak. Ini terlihat pasca-bencana nuklir Chernobyl pada 1986, di mana pada saat itu terjadi peningkatan kasus kanker tiroid di antara anak-anak di Belarusia, Rusia, dan Ukraina yang terpapar yodium radioaktif.

Laporan serupa muncul di Fukushima, lokasi kecelakaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011. Jadi, meminum dosis yodium yang tepat pada saat paparan radiasi terjadi secara teori dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Apakah yodium selalu bisa melindungi diri dari radiasi?

Jawabannya tidak. Orang tidak boleh meminum tablet yodium sembarangan, apalagi jika menjadi konsumsi sehari-hari. Sebab, itu bukan hanya tindakan sia-sia sampai hari insiden nuklir terjadi, tapi juga bisa menimbulkan banyak efek samping yang berbahaya, termasuk kerusakan jantung dan ginjal. Oleh karena itu, tablet yodium hanya boleh dikonsumsi jika ada arahan dari dokter atau otoritas kesehatan.

Selain itu, yodium juga tidak akan melindungi diri dari banyak dampak buruk paparan radiasi. Pertama, dia hanya akan melindungi kamu dari yodium radioaktif, tapi tidak bahan radioaktif lainnya. Kedua, yodium hanya memberi perlindungan pada kelenjar teroid, bukan bagian lain dari tubuhmu.