Tekno & Sains
·
11 Mei 2018 14:37

Tanpa Disadari, Anak-anak Pilih Pasangan yang Mirip Orang Tuanya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tanpa Disadari, Anak-anak Pilih Pasangan yang Mirip Orang Tuanya (151811)
Tumbuh Bersama dengan Pasangan (Foto: thinkstock)
Pernahkah kalian merasa orang yang kalian sukai atau bahkan orang menjadi pasangan kalian mirip dengan orang tua kalian, baik itu secara fisik maupun perilaku?
ADVERTISEMENT
Baik disengaja atau tidak, sering kali orang memilih pasangan yang mirip dengan orang tuanya. Laki-laki mencari pasangan yang mirip dengan ibunya, sementara perempuan mencari pasangan yang mirip dengan ayahnya.
Pada 2017 sebuah penelitian pernah dilakukan oleh University of Glasgow dan University of Bath di Inggris terhadap 300 orang laki-laki dan perempuan, baik itu yang heteroseksual maupun homoseksual.
Hasilnya, ditemukan bahwa laki-laki heteroseksual dan perempuan lesbian mencari pasangan perempuan yang memiliki warna mata yang sama dengan ibu mereka.
Tanpa Disadari, Anak-anak Pilih Pasangan yang Mirip Orang Tuanya (151812)
Ilustrasi ibu dan anak remaja perempuannya (Foto: Thikstock)
Begitu pula pada perempuan heteroseksual dan laki-laki gay, mereka juga mencari pasangan laki-laki yang punya mata mirip dengan mata ayah mereka.
Sebelumnya pada 1999, Glenn Geher, psikolog sosial di State University of New York juga pernah melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 mahasiswa. Mereka diminta untuk mendeskripsikan kesamaan pasangan mereka dengan orang tua mereka.
ADVERTISEMENT
Dari penelitian ini diketahui, kalau pasangan memiliki kemiripan dengan orang tua dalam hal positif, maka itu dapat mempengaruhi kebahagiaan hubungan mereka.
Mencari pasangan yang mirip dengan orang tua kita ini disebut juga sebagai positive sexual imprinting. Perilaku seperti ini tidak hanya dilakukan oleh manusia, tapi juga dilakukan oleh burung, mamalia, dan ikan.
Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan terhadap kambing dan domba menunjukkan, anak kambing yang dibesarkan oleh induk domba cenderung akan memilih pasangan yang mirip dengan domba.
Manusia memilih pasangan yang berwajah familiar
Manusia cenderung memilih sesuatu yang sudah akrab bagi mereka. Mengingat wajah orang tua adalah wajah pertama yang kita kenali dan paling sering kita lihat, maka tidak aneh kalau akhirnya kita memilih pasangan dengan wajah dan karakteristik yang mirip dengan orang tua kita.
ADVERTISEMENT
Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2009 menunjukkan, perempuan memilih laki-laki yang bagian tengah wajahnya, termasuk hidung, mirip dengan ayahnya. Sementara laki-laki memilih pasangan yang bibir dan rahangnya mirip dengan ibunya.
Tanpa Disadari, Anak-anak Pilih Pasangan yang Mirip Orang Tuanya (151813)
Ilustrasi ayah dan anak (Foto: thinkstock)
Memilih pasangan yang mirip dengan orang tua kita ini, secara tidak kita sadari, merupakan cara untuk melestarikan gen yang baik. Perempuan yang memiliki ayah tinggi akan cenderung memilih pasangan yang juga tinggi sehingga ia bisa memastikan kalau anaknya nanti juga akan memiliki badan yang tinggi.
Begitu juga pada perempuan yang memiliki ayah yang cenderung berambut lebat, maka ia akan memilih pasangan yang serupa untuk memastikan anaknya akan mewarisi rambut lebat tersebut.
Pilihan anak dipengaruhi ibu
Tanpa Disadari, Anak-anak Pilih Pasangan yang Mirip Orang Tuanya (151814)
Ilustrasi anak yang melihat pertengkaran orang tua (Foto: Thinkstock)
Menurut psikoterapis Fran Walfish dari Beverly Hills, ibu mempengaruhi pilihan anak dalam memilih pasangan. Hal ini dikarenakan hubungan pertama yang dijalin oleh anak sejak lahir adalah dengan ibunya.
ADVERTISEMENT
Sosok ibu akan menjadi panutan bagi anak laki-lakinya untuk memilih pasangan. Sementara untuk anak perempuan, sosok yang menjadi pasangan ibunyalah yang akan menjadi patokan baginya memilih suami.
“Bila seorang ibu disakiti oleh pasangannya dan tidak melawan, anaknya akan belajar kalau hubungan seperti itu adalah hubungan yang normal,” kata Walfish.
Orang tua harus berhati-hati
Perlu diingat bahwa sosok ayah dan ibu adalah sosok laki-laki dan perempuan yang dilihat oleh anaknya. Maka bagaimana cara mereka bersikap akan menentukan bagaimana anak memandang pasangan lawan jenisnya.
Sebelumnya, Walfish sudah membahas apabila seorang ibu disakiti oleh pasangannya, maka hal tersebut dapat mempengaruhi anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya dalam membina suatu hubungan.
ADVERTISEMENT
“Ajaklah pasangan untuk berkencan seminggu sekali dan ajak pasangan untuk berbicara. Karena fondasi keluarga dibangun dari hubungan pernikahan,” kata Walfish.