kumparan
8 November 2019 19:22

Temuan Fosil di Meksiko Ungkap Cara Manusia Kuno Berburu Mammoth

Lubang perangkap yang digunakan manusia memburu mammoth.
Lubang perangkap yang digunakan manusia memburu mammoth. Foto: AP Images
Kerangka dari 14 ekor mammoth berbulu berusia 15 ribu tahun lalu telah ditemukan di negara bagian Tultepec, Meksiko. Jumlahnya mencapai 800 tulang.
ADVERTISEMENT
Fosil itu ditemukan di dalam dua lubang besar yang sengaja dibangun sebagai perangkap untuk mamalia raksasa itu. Penemuan ini sekaligus mengungkapkan bagaimana cara manusia bersiasat ketika hendak berburu mammoth.
Arkeolog memprediksi, saat menjalankan aksinya itu, ada 20 hingga 30 orang yang terlibat. Para pemburu akan memanfaatkan obor sebagai pencahayaan dan ranting-ranting untuk memisahkan mammoth dari kawanannya, lalu menggiring mereka masuk ke dalam perangkap.
Ilustrasi Gajah Mammoth
Ilustrasi gajah Mammoth. Foto: Antranias via Pixabay
Lubang perangkap yang disiapkan oleh pemburu memiliki kedalaman sekitar 1,7 meter dan berdiameter 25 meter. Selama 10 tahun terakhir, sekelompok peneliti dari National Institute of Anthropology and History (INAH) yang melakukan penggalian telah menemukan 824 tulang yang diperkirakan milik 14 ekor mammoth, jantan dan betina, dengan berbagai ukuran dan usia.
ADVERTISEMENT
Para peneliti menduga masih ada banyak lubang perangkap di tempat yang sama. Pemburu tampaknya sengaja memasang banyak perangkap agar peluang mereka berhasil memburu mammoth semakin terbuka.
Dari keseluruhan kerangka mammoth yang ditemukan, peneliti berhasil mengumpulkan delapan tengkorak, lima rahang, 100 ruas tulang belakang, dan 179 tulang rusuk. Namun ada beberapa bagian tulang yang tak lengkap.
Ilustrasi gajah Mammoth.
Ilustrasi gajah Mammoth. Foto: Mauricio Antón/Wikimedia Commons
Ada kemungkinan para pemburu telah menggunakannya sebagai upacara atau sebuah ritual untuk menghormati mammoth itu sendiri. Dari enam tulang belikat yang ditemukan, semuanya berasal dari tulang belikat sebelah kanan mammoth.
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa perburuan mammoth di masa lampau memang bertujuan untuk sebuah ritual tertentu. Bukti lain menunjukkan, tulang rusuk mammoth telah digunakan untuk memotong daging mammoth. Lalu tulang hasta mereka digunakan sebagai alat pemoles, yang mungkin berfungsi untuk menghilangkan lemak dari kulit.
ADVERTISEMENT
Fakta tentang banyaknya tengkorak mammoth yang ditemukan dalam posisi terbalik juga menunjukkan bahwa lidah mamalia purba itu dikonsumsi bersama dengan organ-organ lainnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan