Terungkap, Usia Fosil Homo Erectus Terakhir yang Ditemukan di Solo

Fosil manusia Homo erectus terakhir ditemukan di situs penggalian Ngandong dekat Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah, pada 1930-an. Namun, saat itu tim arkeolog belum bisa menetapkan usia fosil itu dengan tepat.
Setelah penelusuran lanjut selama berpuluh-puluh tahun, baru terungkap usia fosil manusia Homo erectus terakhir yang tersisa di dunia itu mencapai sekitar 108.000 hingga 117.000 tahun.
Sebelumnya, para ilmuwan telah lama mencoba memprediksi usia fosil Homo erectus yang ditemukan usai penggalian selama dua tahun tersebut. Temuan yang diteliti mencakup tulang-tulang dari 25.000 fosil yang sebagian besarnya hewan. Hasilnya, mereka membuat rentang perkiraan usia fosil Homo erectus terakhir itu antara 27.000 hingga 500.000 tahun.
Hasil kajian ilmiah terbaru lantas mengoreksi perkiraan tersebut, bahwa usia yang tepat berkisar ratusan ribu tahun. Adapun hasil studi yang dipublikasikan jurnal ilmiah Nature ini sekaligus menahbiskan Homo erectus sebagai nenek moyang manusia yang bertahan hidup paling lama, yakni sampai 1,8 juta tahun.
“Ini adalah koleksi terbesar dari fosil Homo erectus di satu situs di dunia dan penanggalannya selalu penting,” ujar Russell Ciochon, antropolog di University of Iowa, seperti dilansir The Guardian.
Studi ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah arkeolog dunia, mulai dari Macquarie University, University of Wollongong, University of Texas at Austin, hingga Institut Teknologi Bandung.
Menanggapi hasil temuan yang ada, Patrick Roberts, arkeolog di Institut Max Planck, mengatakan hasil kajian ilmiah tersebut sekaligus menunjukkan masa hidup Homo erectus melampaui manusia modern saat ini.
“Dengan tanggal ini, durasi pendudukan Homo erectus di Asia Tenggara hampir tiga kali lipat selama spesies kita (sendiri) ada di planet ini,” ujar Roberts, seperti dikutip Science Mag.
Sejarah mencatat, Homo erectus merupakan salah satu leluhur manusia yang pertama berjalan dengan postur tegak lurus sepenuhnya, mirip manusia modern. Dibanding dengan spesies sebelumnya, Homo erectus memiliki otak yang relatif besar dan menggunakan alat-alat dengan terampil. Selain itu, mereka juga menjadi manusia purba pertama yang memasak makanan.
Spesies ini muncul pertama kali di Afrika hampir 2 juta tahun yang lalu dan bermigrasi ke Asia, menyeberang ke Jawa melalui jembatan darat sekitar 1,6 juta tahun lalu.
Adapun Homo erectus yang berada di Jawa hidup sangat lama, di saat sejawat mereka di tempat lain telah lama punah. Selain itu, Homo erectus musnah sebelum manusia modern mencapai Jawa, jadi mustahil keduanya pernah bersinggungan jalan.
