Trik Kurangi Kebiasaan Merokok Selama Physical Distancing

Hingga kini pandemi corona (COVID-19) masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bukan tanpa alasan, persebaran virus yang menyerang sistem pernafasan ini sangatlah cepat, bahkan bisa mengancam nyawa kelompok orang yang berisiko tinggi terkena COVID-19.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kelompok berisiko tinggi COVID-19 terdiri dari orang berusia di atas 65 tahun, penderita kelainan imun bawaan, orang dengan penyakit kronis, serta penderita gangguan pernafasan seperti asma. Tidak hanya itu, ternyata perokok aktif pun punya risiko yang lebih tinggi saat terserang COVID-19.
Berdasarkan sebuah artikel yang dirilis WHO, merokok dapat memperparah gejala saat seseorang terserang virus Corona. Apalagi sejak lama, kandungan di dalam tembakau memang dapat meningkatkan risiko masalah pernafasan seperti infeksi, kanker paru-paru, hingga gangguan kardiovaskular.
Selain meningkatkan kebersihan diri dengan rajin cuci tangan dan menerapkan physical distancing, inilah saat yang tepat untuk mengurangi kebiasaan merokok. Selain meningkatkan kualitas kesehatan, mengurangi kebiasaan merokok juga dapat memberikan harapan hidup yang lebih tinggi, terutama di tengah pandemi seperti sekarang.
Mumpung lagi di rumah aja, beberapa kegiatan ini dapat membantu mengalihkan kebiasaan merokok yang mungkin sudah jadi rutinitas sebagian orang. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Mengisi waktu dengan aktivitas seru
Aktivitas yang serba terbatas ditambah rasa cemas akibat pandemi yang tak tahu kapan berakhirnya ini tak jarang membuat keinginan untuk merokok semakin besar. Nah, Anda bisa mengalihkan keinginan merokok dengan melakukan berbagai kegiatan positif.
Bisa dengan melakukan hobi yang sebelumnya jarang dilakukan seperti membaca buku, bermain games, atau berolahraga. Selain dapat mengisi waktu luang, olahraga juga baik untuk meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.
2. Menghabiskan waktu bersama orang terdekat
Menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga juga bisa menjadi cara mengurangi kebiasaan merokok. Apalagi bila Anda juga dikelilingi oleh anggota keluarga yang tidak merokok.
Sebaiknya minta juga dukungan kepada keluarga atau orang tersayang agar motivasi untuk mengurangi frekuensi merokok tetap kuat. Dengan begitu, keluarga maupun pasangan bisa menjadi pengingat bila godaan merokok mulai muncul.
3. Perbanyak camilan sehat
Bila keinginan merokok mulai semakin tidak tertahankan, Anda bisa mengalihkannya dengan memperbanyak konsumsi camilan sehat seperti buah-buahan ataupun jamu tradisional. Selain rasanya lezat, sebagian besar buah dan rempah-rempah juga mengandung antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menangkal radikal bebas.
4. Beralih ke produk tembakau alternatif
Menghentikan kebiasaan merokok memang sulit, apalagi bagi mereka yang sudah menjadikan kegiatan merokok sebagai sebuah rutinitas. Bagi Anda yang masih kesulitan berhenti, sebenarnya ada beberapa alternatif pengganti rokok tembakau yang dipercaya lebih aman digunakan.
Di antaranya tembakau kunyah, tembakau tempel, dissolvable tobacco, dan rokok elektrik atau dikenal dengan sebutan vape. Sebuah studi yang diterbitkan Journal of the American College of Cardiology tahun 2019 semakin mendukung manfaat rokok elektrik untuk membantu terapi mengurangi rokok tembakau.
Dalam jurnal tersebut, peneliti mengungkapkan bahwa mengganti rokok konvensional dengan rokok elektrik secara perlahan dapat mengembalikan fungsi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bahkan, persentase dalam mengembalikan fungsi pembuluh darahnya mencapai 21 persen.
Sehingga, penggunaan produk rokok alternatif dapat menjadi pilihan karena risiko gangguan kesehatan yang lebih rendah, namun tentunya dengan takaran penggunaan yang tidak berlebihan.
