Kumparan Logo

Tumbuhan 'Alien' Ditemukan Kembali setelah Hilang 150 Tahun Silam

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pohon alien. (Foto: wikimedia commons)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pohon alien. (Foto: wikimedia commons)

Thismia neptunis atau T. neptunis disebut oleh para ahli botani sebagai tumbuhan alien karena sejumlah alasan, antara lain karena kelangkaannya dan karena sejumlah keunikan.

Tanaman ini ditemukan pertama kali oleh ahli botani asal Italia, Odoardo Beccari, pada 1866, di Gunung Matang di Sarawak, Malaysia. Nama Beccari tersohor berkat upayanya yang turut mengkategorikan ratusan spesies tumbuhan.

Setelah itu, tanaman ini tidak pernah ditemukan lagi selama lebih dari satu abad, tepatnya selama 150 tahun. Beberapa saat setelah ditemukan, T. neptunis seakan menghilang dari muka Bumi dan tidak ada peneliti yang menemukannya lagi.

facebook embed

Segala hal tentang T. neptunis tampaknya bakal mulai dicatat lagi oleh para peneliti yang kembali menemukannya. Ia baru ditemukan lagi pada 2017 lalu oleh tim peneliti asal Republik Ceko di daerah yang sama.

T. neptunis memiliki bagian bunga yang tingginya hanya sekitar sembilan centimeter, yang diduga para peneliti membuat tumbuhan itu sulit ditemukan.

"Penampilannya yang tidak mencolok mungkin berkontribusi pada pemahaman kita terhadap cara distribusinya, karena tumbuhan itu dapat dengan mudah terabaikan di lapangan," tulis mereka pada artikel yang dipublikasikan di Phytotaxa.

"Yang kami ketahui, ini adalah kali kedua spesies ini ditemukan. Kami pun memberikan deskripsi tambahan, termasuk karakteristik internal, dan juga dokumentasi foto pertama atas tumbuhan yang memiliki penampilan serta nama unik itu."

Keunikan Lain Tumbuhan Alien

Selain kelangkaannya, T. neptunis juga memiliki keunikan lain yang membuatnya memang layak menyandang sebutan "tumbuhan alien." Keunikan itu antara lain ia tidak melakukan fotosintesis seperti kebanyakan tumbuhan lain.

Tumbuhan tersebut berada dalam kelompok tumbuhan myco-heterotrophic, yang menggunakan fungi atau jamur sebagai sumber makanannya.

Mereka tidak memerlukan klorofil, tidak memiliki daun, dan juga seperti yang kita ketahui tidak melakukan fotosintesis.

facebook embed

Jika dilihat secara seksama, tumbuhan yang satu ini juga mirip serangga. Orang awam yang melihatnya mungkin menyangka ini adalah serangga ketimbang sebuah tumbuhan.

Setelah T. neptunis ditemukan kembali, kini adalah tugas kita untuk terus menjaga lingkungan agar generasi selanjutnya tanaman ini bisa berkembang dan manusia generasi selanjutnya dapat mempelajari dan lebih dalam memahami tumbuhan alien.