Ular Langka Ini Muncul Lagi Setelah Hilang 106 Tahun, Begini Penampakannya

Ular lumpur Selangor yang langka muncul kembali sejak terakhir ditemukan pada 1914, atau 106 tahun yang lalu. Ular yang berwarna cokelat keemasan dengan corak putih tersebut ditemukan di hutan rawa Nee Soon, Singapura, pada 19 September 2020, menurut laporan Singapore Biodiversity Records, Rabu (30/9).
Hewan langka tersebut ditemukan berenang di saluran beton yang dangkal. Saat itu, dua orang pelindung alam bernama Dennis Chan (26) dan Neo Xiao Yun (24) sedang berjalan-jalan pada 19 September 2020 untuk mencari satwa liar, ketika mereka menemukan ular itu sekitar pukul 10 malam.
Berbekal sembilan tahun pengalaman dalam menjelajahi alam, Dennis Chan yang juga pendiri The Untamed Paths, sebuah organisasi yang melakukan program eko lokal, mengetahui bahwa ada yang spesial dari ular yang dia temukan. Dia kemudian memotret ular lumpur Selangor itu dan membiarkannya pergi.
Penemuan ular yang punya nama ilmiah Raclitia indica itu pun telah mengubah status ular di Singapura dari "tak tentu" menjadi "masih ada", setelah keberadaannya tercatat secara pasti.
Sebelum penampakan ini, status ular tersebut tidak jelas apakah masih ada atau sudah punah. Menurut catatan Singapore Biodiversity Records, ular lumpur langka ini terakhir kali ditemukan di perkebunan karet di Bukit Sembawang pada 1914, kemudian disimpan di sebuah museum di Dublin.
"Secara regional, spesies ini juga cukup langka, dengan foto berwarna yang baru diterbitkan dalam makalah penelitian pada tahun 2018," kata Law Ing Sind, co-founder organisasi studi dan konservasi reptil dan amfibi Herpetological Society of Singapore, dikutip The Strait Times.
"Saya pribadi berpikir bahwa orang Singapura harus gembira karena negara kecil kami masih memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang masih ada, dan bahwa kami terus menjadi pengelola yang lebih baik atas harta karun tersebut," kata Law.
Law menambahkan, penemuan ular lumpur Selangor yang langka ini signifikan secara ilmiah. Sebab, penemuan ini menegaskan kembali keberadaan spesies ini di Singapura, dan meningkatkan kemungkinan keberadaan spesies di semenanjung selatan Malaysia.
Menurut catatan The Strait Times, sedikit yang diketahui tentang perilaku dan habitat ular lumpur Selangor langka. Ia diasumsikan hidup di air dan dapat ditemukan di sungai kecil di hutan pada malam hari.
