Ular Langka Ini Tewas 'Keselek' Coba Telan Kelabang Bulat-bulat

13 September 2022 7:29
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengujung taman Key Largo Florida menemukan ular Rim Rock Crown (Tantilla oolitica) tewas coba telan kelabang raksasa. Foto: Drew Martin
zoom-in-whitePerbesar
Pengujung taman Key Largo Florida menemukan ular Rim Rock Crown (Tantilla oolitica) tewas coba telan kelabang raksasa. Foto: Drew Martin
ADVERTISEMENT
Seekor ular langka asal Florida ditemukan tewas setelah mencoba menelan seekor kelabang sebagai makan siangnya.
ADVERTISEMENT
Ular Rim Rock Crown, dengan nama latin (Tantilla oolitica) merupakan spesies langka dan endemik Kawasan Miami Rim Rock dan sekitaran Florida. Hewan ini masuk kategori terancam punah sejak 1975.
Seorang pengujung menemukan hewan ini tewas ketika berkunjung ke Taman Negara Bagian Terumbu Karang John Pennekamp di Key Largo pada 28 Februari lalu. Ular tersedak kelabang yang tersangkut di kerongkongannya. Kelabang tersebut pun sudah tewas dengan posisi kepala sudah tertelan.
Ular mati tersebut berukuran sekitar 21 cm, dengan mulut menganga lebar dan ujung belakang kelabang raksasa Karibia remaja (Scolopendra alternans) sepanjang 7,3 cm terlihat, dengan menyisakan 2,3 cm bagian badan kelabang di luar mulut ular.
Penjaga taman kemudian menghubungi ilmuwan dengan Florida Museum of Natural History (FLMNH) di Gainesville, yang membawa ular dan kelabang ke koleksi herpetologi museum. Di sana, para peneliti mengawetkan dan menganalisis pasangan itu, berharap spesimen yang bersatu dalam kematian akan mengungkapkan petunjuk tentang kebiasaan dan biologi ular itu.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pengujung taman Key Largo Florida menemukan ular Rim Rock Crown (Tantilla oolitica) tewas coba telan kelabang raksasa. Foto: Drew Martin
zoom-in-whitePerbesar
Pengujung taman Key Largo Florida menemukan ular Rim Rock Crown (Tantilla oolitica) tewas coba telan kelabang raksasa. Foto: Drew Martin
Peneliti kemudian mempublikasikan analisa mereka di jurnal The Scientific Naturalist per 4 September lalu. Tim peneliti yang dipimpin oleh Kevin M. Enge ini menyimpulkan bahwa ular berkemungkinan besar menerima racun kelabang dengan dosis yang luar biasa besar, sehingga ia tewas sebelum menyelesaikan makan siangnya. Atau, ulang ini memang hanya tersedak.
Ular Rim Rock Crown ini bukanlah spesies berbisa. Ciri khas fisik dari ular ini adalah memiliki kepala hitam dan tubuh cokelat merah muda yang berukuran panjang 6 hingga 11 inci (15 hingga 28 sentimeter), dan mereka hanya ditemukan di Florida Keys dan di sepanjang pantai Atlantik tenggara negara bagian itu, seperti dikutip dari Departemen Ekologi dan Konservasi Satwa Liar Universitas Florida.
Citra CT Scan menungkap detail dari ular dan kelabang yang setengah tertelan. Foto: Florida Museum of Natural History
zoom-in-whitePerbesar
Citra CT Scan menungkap detail dari ular dan kelabang yang setengah tertelan. Foto: Florida Museum of Natural History
Ular tersebut itu masuk dalam daftar spesies terancam di Florida sejak 1975, yang mana spesimen hidupnya terakhir terlihat pada tahun 2015, sedangkan penampakan terakhir yang tercatat adalah individu mati yang telah dibunuh oleh kucing pada tahun 2018, ujar penulis utama studi Kevin Enge.
ADVERTISEMENT
Ular ini juga menghabiskan sebagian besar waktunya bersembunyi di bawah serasah daun atau di kantong tanah, dan biasanya hanya terlihat setelah hujan lebat memaksa mereka ke permukaan.
"Untuk pecinta ular yang menyimpan daftar kehidupan spesies, ini adalah Cawan Suci di Florida - tetapi sebagian besar pemburu ular belum pernah melihatnya meskipun telah mencari selama berminggu-minggu," ujar Kevin kepada Live Science.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020