Kumparan Logo

Ulat Ini Bisa Lahap Habis Styrofoam

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ulat Zophobas morio bisa lahar habis styrofoam. Foto: Dok. The University of Queensland/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ulat Zophobas morio bisa lahar habis styrofoam. Foto: Dok. The University of Queensland/AFP

Ulat atau larva kumbang Zophobas morio rupanya punya kemampuan unik yang mungkin bisa menjadi solusi masalah sampah di dunia. Serangga tersebut, berdasarkan sebuah penelitian terbaru, mampu mengunyah dan melahab habis styrofoam atau stirofoam.

Studi teranyar itu dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Queensland, Australia. Mereka mencoba untuk mendaur ulang sampah stirofoam secara alami.

Para peneliti itu menggunakan spesies ulat atau larva kumbang Zophobas morio yang juga dikenal sebagai ulat super. Sesuai julukannya, mereka bisa memakan styrofoam. Bahkan hebatnya, ulat super itu pun sangat senang memakan stirofoam.

“Ini menunjukkan bahwa ulat (super itu) dapat memperoleh energi dari polistiren."

video youtube embed

Dibantu mikroba pada usus

Bagaimana hewan itu bisa memakan zat berbahaya seperti styrofoam?

Dalam studi itu, ilmuwan mengungkapkan kemungkinan adanya peranan mikroba pada usus ulat jenis itu. Berkat bantuan enzim yang dimilikinya mikroba dalam usus itu, ulat super bisa menyerap nutrisi dan menjadikannya sebagai energi.

Mekanisme pemecahan senyawa styrofoam yang dimakan ulat itu mayoritas akan dikonversikan menjadi karbondioksida (CO2), sedangkan sisanya dapat diserap oleh usus ulat itu. Sehingga tak hanya bisa bertahan hidup tanpa mati keracunan, berat badan mereka pun mengalami kenaikan setelah mengkonsumsi stirofoam.

“Ulat super itu seperti tanaman daur ulang mini, (mereka) merobek-robek polistiren dengan mulutnya, kemudian memberi makan mikroba di usus mereka,” jelas Rinke.

Ilustrasi styrofoam untuk membungkus makanan. Foto: Shutterstock

Proyek degradasi styrofoam massal

Hasil temuan itu masih terus dikembangkan hingga saat ini. Tim ilmuwan juga mencoba untuk merekayasa enzim yang dihasilkan oleh mikroba pada usus spesies ulat super itu.

Mereka yakin hasil dari degradasi atau pemecahan oleh enzim mikroba usus ulat super itu bisa digunakan untuk sumber energi bagi mikroba lainnya. Proses itu, kata peneliti, bisa menghasilkan produk bioplastik berharga tinggi, dan juga dapat menjadi inovasi baru dalam mendaur ulang styrofoam.

“Kami kemudian dapat melihat bagaimana kami dapat meningkatkan proses ini ke tingkat yang diperlukan untuk seluruh pabrik daur ulang,” ucap Jiarui Sun, ilmuwan lain yang tergabung dalam studi itu.

Sebelumnya pada 2019 lalu, para ilmuwan dari China juga berhasil mengungkap fakta kemampuan makan dari ulat jenis serupa, Zophobas atratus, yang bisa makan plastik termasuk stirofoam.

Hanya saja, spesies Z. atratus memiliki kemampuan yang lebih rendah dalam mencerna styrofoam menjadi CO2 sebesar 36,7 persen saja. Sementara ulat super Z. morio bisa mendegradasi styrofoam hingga 47,7 persen untuk diubah menjadi CO2.