Kumparan Logo

Uniknya Cara Bernapas Kadal Anole Saat Bersembunyi di dalam Air

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadal anole dalam air (Foto: Lindsey Swierk)
zoom-in-whitePerbesar
Kadal anole dalam air (Foto: Lindsey Swierk)

Kadal anole, spesies kadal air yang dapat ditemukan di Kosta Rika dan Panama, memiliki cara unik untuk menghindari pemangsanya. Karena merupakan hewan dengan gerakan yang tidak begitu cepat, kadal anole ini mengembangkan cara lain untuk bersembunyi dari pemangsanya. Kadal ini bisa menyelam dan bersembunyi di dalam air dalam waktu lama.

"Kadal ini tidak terlalu cepat, dan menyelam ke dalam air adalah pilihan yang sangat efektif," kata ahli herpetologi dan peneliti Lindsey Swierk kepada IFL Science.

“Sangat mudah untuk 'menghilang' dari pandangan predator begitu ia bersembunyi di bawah air selama beberapa menit. Saya pikir adaptasi pernapasan bawah air akan muncul pada anole untuk memperpanjang waktu mereka bersembunyi di dalam air."

video youtube embed

Kadal anole tercatat dapat bersembunyi di dalam air selama 16 menit dan video yang diambil oleh Swierk menunjukkan uniknya cara kadal tersebut untuk bisa bertahan di dalam air. Kadal tersebut terlihat mengeluarkan gelembung dari hidungnya. Sekilas, cara ini mengingatkan pada saat manusia sedang melakukan scuba diving dan bernapas dengan bantuan tabung oksigen. Saat bernapas di dalam air, manusia pun akan mengeluarkan gelembung-gelembung.

Swierk sendiri belum yakin benar bagaimana sebenarnya anole air ini bernapas. Belum pernah ada studi mengenai cara anole bernapas dalam air dan Swierk sendiri mengatakan bahwa dirinya hanya melaporkan hasil observasinya soal kemampuan anole menyelam lama di dalam air.

Kadal anole air. (Foto: Etienne Boncourt via Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Kadal anole air. (Foto: Etienne Boncourt via Wikimedia Commons)

Namun begitu, Swierk memiliki teori tentang bagaimana anole bernapas di dalam air. “Saya pikir kadal itu memiliki kantong-kantong udara yang ada di sekitar kepala dan tenggorokannya, dan keluar-masuknya udara segar memungkinkan terjadi lewat kantong-kantong ini,” kata Swierk.

Cara ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh anole air, tapi juga dilakukan oleh serangga, terutama serangga air seperti kumbang penyelam dan laba-laba. Kumbang penyelam memanfaatkan udara yang didapat dari gelembung air untuk bernapas di dalam air.