Vaksin COVID 19 Pfizer Bahaya untuk Kesuburan Perempuan? Mitos atau Fakta?

Vaksin corona telah mencapai uji klinis akhir dan beberapa pihak sudah siap untuk mendistribusikan ke pasar. Di sisi lain, masih banyak pihak yang meragukan penggunaan vaksin bahkan muncul berbagai rumor bahaya mengkonsumsi vaksin.
Salah satu pihak yang terkena imbasnya adalah Pfizer, salah satu kandidat vaksin corona paling potensial. Beberapa waktu belakangan ini, muncul rumor di media sosial yang mengatakan bahwa vaksin Pfizer bisa berdampak buruk bagi perempuan di usia subur. Pesan berantai ini terutama ramai di India.
Unggahan di media sosial itu mengatakan bahwa vaksin memberikan respons imun yang kuat terhadap lonjakan protein, 'synctin-1', yang merupakan unsur penting untuk pembentukan plasenta. Dikatakan juga bahwa Pfizer dapat menyebabkan sterilisasi dan masalah yang berkaitan dengan kemandulan.
“Jika vaksin bekerja sehingga membentuk respons imun terhadap protein lonjakan, kita juga melatih tubuh wanita untuk menyerang syncytin-1, yang dapat menyebabkan infertilitas pada wanita dengan durasi yang tidak ditentukan,” tulis posting tersebut.
Tentu saja hal ini menurunkan semangat banyak orang untuk menggunakan vaksin corona Pfizer. Padahal, berdasarkan studi, suntikan vaksin Pfizer merupakan salah satu yang paling manjur dengan tingkat efektivitas 94 persen.
Vaksin Pfizer ini juga telah mengakhiri uji klinis fase III menggunakan pendekatan mRNA baru yang melatih sistem kekebalan untuk 'mengenali' strain penyebab penyakit. Uji klinis tersebut melibatkan 30.000 sukarelawan yang hasilnya tidak ada reaksi merugikan atau efek samping yang memengaruhi fungsinya.
Sebagian besar uji coba diatur di bawah lingkup Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tunduk pada norma-norma yang sangat ketat. Uji coba juga tidak membedakan antara relawan pria dan wanita.
Oleh karena itu, kemungkinan adanya vaksin yang buruk hanya untuk satu jenis kelamin belum bisa dibuktikan. Selain itu, hingga saat ini tidak ada relawan perempuan yang menyatakan bahwa vaksin menyebabkan efek samping parah.
Sebagian besar vaksin corona yang saat ini sedang dikembangkan, berfungsi untuk membangun pertahanan tubuh dan meningkatkan jumlah antibodi untuk mencegah virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19.
Belum ada dampak serius pada fungsi tubuh vital lainnya. Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada vaksin COVID-19 yang 100 persen tanpa efek samping.
