Kumparan Logo

Varian Baru COVID-19 Muncul Namanya JN.1, Berbahayakah?

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wujud asli virus corona SARS-CoV-2 yang terlihat melalui mikroskop. Foto: National Institute of Allergy and Infectious Diseases via flickr (CC BY 2.0)
zoom-in-whitePerbesar
Wujud asli virus corona SARS-CoV-2 yang terlihat melalui mikroskop. Foto: National Institute of Allergy and Infectious Diseases via flickr (CC BY 2.0)

Varian baru COVID-19 muncul, namanya JN.1. Strain baru ini merupakan turunan dari omicron khususnya varian BA.2.86 (Pirola).

Jenis COVID-19 JN.1 belum menyear luas dan dilaporkan muncul di Amerika Serikat dan Benua Eropa menurut laporan Center of Disease Control (CDC) AS.

Varian ini muncul September lalu dan sejak saat itu telah terdeteksi di 11 negara lain. JN.1 saat ini berkontribusi kurang dari 0,1 persen virus SARS-CoV-2. Di seluruh dunia, sejauh ini hanya 51 kasus yang dilaporkan, dilansir Express.

CDC AS masih mempelajari jenis SARS-CoV-2 ini.

“BA.2.86 memiliki lebih dari 20 mutasi pada protein lonjakan dan ada kekhawatiran ketika pertama kali terdeteksi beberapa waktu lalu bahwa, wow, ini mungkin menjadi masalah nyata,” Dr Thomas Russo, profesor dan kepala penyakit menular di the Universitas di Buffalo di New York, dilansir Prevention.com.

Berdasarkan data terbaru, BA.2.86 diyakini tak akan menyebar dengan cepat. Vaksin COVID-19 terbaru dapat mencegah penularan lebih luas.

“Kasus-kasus telah dilaporkan di Inggris, Islandia, Portugal, Spanyol, dan Belanda. Frekuensinya juga meningkat di Prancis,” kata Russo.

Varian JN.1 diperkirakan memiliki gejala yang mirip dengan varian sebelumnya seperti:

  • Demam atau menggigil

  • Batuk

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas

  • Kelelahan

  • Nyeri otot atau badan

  • Sakit kepala

  • Hilangnya rasa atau bau

  • Sakit tenggorokan

  • Hidung tersumbat atau meler

  • Mual atau muntah

  • Diare

“Sangat penting bagi kita untuk mengadaptasi program (vaksinasi) dan memberikan manfaat bagi mereka yang paling berisiko,” ujar Steve Russell, direktur vaksinasi dan skrining NHS, dalam laporan BMJ tentang penyebaran BA.2.86 dilansir IFL Science.