Kumparan Logo

Video Detik-detik Bumi Retak, lalu Longsor Akibat Gempa Dahsyat di Myanmar

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berjala melewati jalan yang rusak akibat gempa di Naypyidaw, Myanmar, Jumat (28/3/2025). Foto: Sai Aung MAIN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga berjala melewati jalan yang rusak akibat gempa di Naypyidaw, Myanmar, Jumat (28/3/2025). Foto: Sai Aung MAIN / AFP

Video yang diambil dari CCTV sebuah bangunan memperlihat momen ketika kerak Bumi retak dan bergeser akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar.

Pada 28 Maret 2025, gempa Bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar, menewaskan lebih dari 3.700 orang dan melukai ribuan lainnya. Terjadi di kedalaman dangkal, gempa bumi ini memecahkan permukaan dan menggeser beberapa area hingga lebih dari 6 meter.

Kejadian itu tertangkap oleh kamera keamanan di fasilitas energi surya Thapyay Wa milik GP Energy Myanmar, dan videonya diunggah ke akun Facebook Htin Hung. Ketika video dimulai, hari tampak tenang. Tiba-tiba kamera mulai bergetar. Detik demi detik guncangan semakin hebat, semak-semak mulai berdesir, pintu gerbang bergeser sampai terbuka.

Detik ke-14, retakan besar terbentuk dan seluruh tanah bergeser. Pemandangan itu menciptakan kesan mengerikan. Menurut Aung, tanah yang tampak di video bergeser sejauh 3,5 meter. Dampak gempa bumi besar ini terlihat saat guncangan mulai berhenti.

“Sejauh pengetahuan saya, ini adalah video terbaik yang kita miliki tentang retakan permukaan akibat gempa bumi yang sangat besar,” kata Rick Aster, seorang ahli geofisika di Colorado State University.

Retakan sesar yang membentang dari Singu di Wilayah Mandalay hingga Pyu di Wilayah Bago, berlangsung lebih dari 80 detik, dengan energi seismik paling kuat dilepaskan sekitar 30 detik setelah gempa dimulai. Retakan tersebut diyakini bergerak lebih cepat daripada gelombang geser di sekitarnya, menjadikan peristiwa ini sebagai gempa supergeser langka.

facebook video embed

“Myanmar memiliki sejarah aktivitas seismik yang signifikan karena tatanan tektoniknya yang kompleks,” tulis tim yang dipimpin oleh insinyur sipil, Khan Shahzada dari Pakistan’s University of Engineering and Technology dalam sebuah makalah yang meneliti dampak gempa bumi tahun 2025 terbit di The Journal of Dynamic Disasters.

Sesar Sagaing adalah sesar paling aktif di kawasan tersebut, membentang lebih dari 1.400 kilometer melalui Myanmar hingga menandai batas tempat dua lempeng tektonik saling bersinggungan. Kota-kota besar seperti Mandalay terletak dekat dengan patahan ini, dan menghadapi risiko kehancuran yang sangat tinggi.

Gempa di bulan Maret 2025 dilaporkan sebagai gempa bumi bumi terkuat yang melanda Myanmar sejak tahun 1912, dan paling mematikan dalam sejarah Myanmar sejak 1930.

“Kerusakan pada [peristiwa gempa] 2025 secara unik menyoroti risiko berjenjang. Kecepatan supergeser dan deformasi permukaan yang luas memicu bencana sekunder, mulai dari runtuhnya infrastruktur di Myanmar hingga kegagalan gedung tinggi di cekungan tanah lunak Bangkok Thailand,” kata Shahzada.

Gempa bumi termasuk bencana alam paling dahsyat yang sering kali mengejutkan kita. para ilmuwan terus mempelajari pemicunya untuk menemukan cara lebih baik dalam memprediksi terjadinya gempa bumi di masa depan.