Tekno & Sains
·
13 Juli 2021 15:14
·
waktu baca 3 menit

Viral Cahaya Hijau Diduga Meteor Melesat di Langit Malam Jogja, Ini Kronologinya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Viral Cahaya Hijau Diduga Meteor Melesat di Langit Malam Jogja, Ini Kronologinya (82246)
searchPerbesar
Cahaya hijau diduga meteor melesat di langit malam Jogja. Foto: Instagram/Aryo Kamandanu
Viral di media sosial foto penampakan cahaya berwarna hijau diduga meteor melesat di langit malam Yogyakarta sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (12/7). Foto tersebut diambil oleh siswa SMK SMTI Yogyakarta, Aryo Kamandanu (17), yang kemudian ia unggah di akun Instagram miliknya.
ADVERTISEMENT
Aryo mengatakan, foto itu diambil secara tidak sengaja kala dia belajar astrofotografi bersama adiknya. Foto diambil di sekitar rumahnya di Pandeyan, Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, DIY, menjelang pukul sepuluh malam.
Berbekal kamera hp dan tripod, dia mulai memotret langit dengan mode pro yang ada handphone-nya. Ia juga menggunakan aplikasi auto clicker.
“Jadi setiap selesai memotret, kameranya otomatis memotret tanpa campur tangan saya lagi. Saya tinggal tiduran di aspal dekat sawah, pas saya lihat ada kilatan cahaya. Saya kaget. Saya lihat langitnya, ada kaya bintang jatuh, ekornya terang agak kehijauan,” kata Aryo menjelaskan kepada kumparanSAINS, Selasa (13/7).
Aryo bilang, cahaya hijau itu muncul dari sisi utara ke arah selatan. Cahaya hijau lalu pecah di udara sehingga warnanya berubah menjadi kemerahan dan menghilang ditelan kegelapan malam.
ADVERTISEMENT
Saat mengecek ponselnya, objek terang itu ternyata tertangkap kamera. Ia kemudian mengunggah hasil jepretannya ke media sosial Instagram dan direpost oleh akun @merapi_uncover.
Berdasarkan pantauan kumparan, beberapa orang di media sosial Twitter juga mengaku menyaksikan hal yang, yakni cahaya hijau melesat di langit malam Jogja pada Senin (12/7) malam.
“2 kali meteor gede jatuh terlihat dari Jogja malam ini, jam 19.00 sama 21.30. Terang banget dan durasinya lumayan lama. Ane ngeliat di Sleman, jatuhnya di arah tenggara, tapi yang di Gunungkidul katanya dari Selatan,” tulis @b**l_lovers.
“Barusan kan gua sama kawan lagi nongkrong di balkon kos. Pas gua liat langit kaget dong karena ngeliat bola api bentuknya bener-bener bulat atasnya kaya ada percikan apinya. Temen gua juga liat itu jatuh pelan-pelan, kira-kira apa ya? Mau direkam tapi udah keburu panik dulu,” tulis @adeanaibad.
ADVERTISEMENT
Belum bisa dipastikan apakah benda itu meteor atau bukan. Kendati begitu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan jika dilihat dari gambar yang beredar, benda bercahaya tersebut memang merupakan citra meteor sporadik.
Meteor sporadik memasuki telihat di langit karena berpapasan dengan bumi. Ia berasal dari batuan antarplanet sisa pembentukan tata surya, yang disebut meteoroid (bakal meteor).
Senada dengan Thomas, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa LAPAN, Emanuel Sungging Mumpuni, juga mengatakan bahwa objek hijau di foto besar dugaan adalah meteor sporadik.
"Kalau lihat dari Instagram, warna kehijauan gitu berasal dari meteor sporadik, dengan unsur dominan magnesium seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Merapi," kata Emanuel saat dihubungi kumparanSAINS, Selasa (13/7).
ADVERTISEMENT
Berbeda kandungan meteor, berbeda pula cahaya yang dipancarkan. Warna merah misalnya, biasanya mengandung unsur nitrogen, sedangkan kuning mengandung unsur iron.
Meteor sendiri umumnya dikenal sebagai “bintang jatuh”. Sering terlihat di langit malam seperti garis-garis cahaya. Mereka berasal dari puing-puing asteroid atau komet yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar pada kecepatan tinggi. Sebelum puing-puing ini masuk ke atmosfer, mereka dikenal sebagai meteoroid.
Sebagian besar meteor atau bola api terbakar sebelum jatuh ke tanah. Jika sebuah meteor berhasil mencapai permukaan tanah, maka benda ini biasanya disebut sebagai meteorit. Ketika ia meledak di udara, mereka secara teknis disebut sebagai bolides atau bola api.
Setiap harinya, diperkirakan ada jutaan meteor yang memasuki atmosfer Bumi. Sebagian besar ukurannya sangat kecil, berukuran sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong. Benda-benda itu terbakar sebelum benar-benar mencapai tanah.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020