Virus Corona Banyak Menular Lewat Batuk dan Kontak dengan Penderita

Sejak 31 Desember 2019, novel coronavirus (2019-nCoV) mewabah di China, yang awalnya berasal dari kota Wuhan. Kemudian virus corona ini menyebar ke berbagai daerah, seperti Huanggang dan Xinjiang tempat muslim uighur bermukim.
Dalam laporan terbarunya, Kementerian Kesehatan China mengumumkan korban tewas akibat novel coronavirus mencapai 132 orang. Sedangkan menurut laporan Reuters, sudah ada 5.974 orang yang terinfeksi virus corona. Di mana, 1.459 di antaranya sudah terkonfirmasi.
Virus mematikan asal Wuhan ini telah menyebar ke berbagai negara. Setidaknya sudah ada 16 negara yang melaporkan terkait kasus virus corona, di antaranya adalah Korea Selatan, Jepang, Thailand, Kamboja, Singapura, Thailand, Nepal, Sri Lanka, Hong Kong, Vietnam, Malaysia, Australia, Prancis, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat.
Berdasarkan rilis Kedutaan Besar China yang diterima kumparan, sumber utama kematian akibat novel coronavirus adalah terjadinya pneumonia atau infeksi paru-paru akut pada penderitanya. Sedangkan penyebaran virus banyak ditularkan melalui tetesan pernapasan, seperti batuk dan bersin serta melalui kontak dengan si penderita.
Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang paling rentan terkena virus corona novel adalah mereka yang telah lanjut usia dan menderita penyakit dasar atau memiliki riwayat penyakit parah.
Kasus kematian juga didominasi oleh para orang tua dan orang-orang yang memiliki penyakit kronis. Anak-anak dan bayi juga disebut sebagai populasi paling rentan terkena virus corona.
Adapun gejala yang paling umum dari novel coronavirus adalah demam, batuk kering, tenggorokan kering, kelelahan dan lemas, dada kencang, mual, diare, lidah kemerahan, denyut nadi lemah, dan sesak napas.
Ketika gejala ini muncul, virus corona bisa dideteksi melalui saluran pernapasan atau sampel darah. Pasien yang suspect coronavirus harus dipindahkan ke rumah sakit rujukan dan dirawat di ruang ICU dan diisolasi.
Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat untuk menangani novel coronavirus. Kendati begitu, China mengklaim sudah ada 106 orang yang berhasil disembuhkan dari paparan virus corona.
