kumparan
6 September 2019 18:19

Vitamin E Asetat dalam Vape Diduga Sebabkan Penyakit Misterius di Paru

Ilustrasi Pengguna Rokok Elektrik
Ilustrasi Pengguna Rokok Elektrik Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Dalam beberapa minggu terakhir, para ahli kesehatan di Amerika Serikat, terus berupaya untuk melacak penyebab timbulnya penyakit paru-paru kolaps yang menyerang ratusan remaja dan orang dewasa di 25 negara bagian AS usai menghisap vape.
ADVERTISEMENT
Melansir The Washington Post, baru-baru ini para ahli telah menemukan satu zat yang dicurigai menjadi penyebab timbulnya penyakit yang menyerang ratusan remaja tersebut. Kecurigaan itu mengarah pada Vitamin E asetat, senyawa minyak yang berasal dari Vitamin E.
Secara alami, vitamin E dapat ditemukan dalam almond dan alpukat. Minyak yang didapat dari vitamin E umumnya digunakan dalam produk kecantikan dan suplemen nutrisi. Kendati begitu, menghirup minyak tersebut justru bisa menimbulkan risiko kesehatan bagi paru-paru.
Skin care Ganja
Skin care Ganja. Foto: Shutter Stock
Sebelumnya, menurut penuturan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control/CDC), pada 27 Agustus 2019, tercatat ada 215 kasus yang dilaporkan di 25 negara bagian terkait penyakit paru-paru misterius. Sebagian besar yang terserang adalah para remaja dan orang dewasa di bawah umur 40-an.
ADVERTISEMENT
Gejala yang dialami oleh para pasien meliputi sesak napas, sakit dada, muntah, diare, dan kelelahan. Sejauh ini, dua orang pasien yang dirawat di rumah sakit Oregon dan Illinois dilaporkan meninggal dunia.
The Washington Post melaporkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA), menemukan vitamin E asetat dalam produk ganja yang digunakan oleh mereka yang menderita penyakit tersebut. Zat ini juga muncul di hampir semua produk ganja, termasuk vape berisi ganja yang digunakan oleh para pasien di New York, di mana 34 orang di antaranya menderita penyakit paru-paru parah.
Pada Kamis (6/9), Howard Zucker, selaku Komisioner Kesehatan Negara Bagian di New York, mengatakan bahwa penyelidikan terhadap vitamin E asetat ini telah menjadi fokus utama. Hal ini disebabkan zat tersebut merupakan adiktif yang tidak disetujui penggunaannya dalam produk ganja, dan tidak terdaftar dalam produk nikotin yang diuji oleh otoritas kesehatan.
ADVERTISEMENT
Ia juga menambahkan, vitamin E asetat hadir dalam tingkat yang sangat tinggi di hampir semua sampel yang mengandung ganja yang diuji oleh negara. Di sisi lain, CDC telah memperingatkan para perokok untuk menghindari penggunaan rokok elektronik, dan diimbau untuk tidak membeli produk yang telah dimodifikasi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan