Wajah Cantik Ratu Nefertiti Jadi Kontroversi karena Terlalu Putih

Wajah Ratu Nefertiti yang merupakan ibu dari Firaun Tutankhamun diciptakan kembali dengan teknologi tiga dimensi dari mumi Sang Ratu yang berusia 3.400 tahun.
Namun, ketika wajah Sang Ratu diperlihatkan ke publik, hasilnya malah menimbulkan kontroversi. Alasannya, sebagaimana dikutip dari Newsweek, kulit wajahnya dianggap terlalu putih.
Untuk menciptakan patung dada Ratu Nefertiti, sekelompok ilmuwan dari University of Bristol di Inggris melakukan pemetaan digital pada wajah mumi yang dikenal sebagai ‘The Younger Lady’ atau Sang Nona Muda itu.
Mumi ini ditemukan pada tahun 1898 dan mumi ini disebut-sebut milik Ratu Nefertiti. Namun, tidak pernah ada bukti mengenai hal tersebut.
Kemudian, seorang paleoartis (seniman yang berusaha menggambarkan zaman prasejarah) bernama Elisabeth Daynes menciptakan kembali wajah sang Ratu dalam bentuk patung. Menurut keterangan dari Travel Channel, proses pembuatannya memakan waktu hingga 500 jam.
Setelah selesai dibuat, patung hasil rekonstruksi wajah itu dibandingkan dengan gambar Sang Ratu. Dan hasilnya, mumi ‘The Younger Lady’ ternyata memang milik Ratu Nefertiti.
“Wajahnya cocok sekali dengan gambaran Ratu Nefertiti,” kata Aidan Dodson, seorang ahli sejarah Mesir kuno (Egyptologist) di Bristol University dalam pernyataannya.
“Ini luar biasa. Ketika dibandingkan dengan data genetik terbaru, kami punya bukti bahwa mumi tersebut adalah milik Ratu Nefertiti.”
Menurut The History Channel, Nefertiti adalah ratu yang memerintah pada 1353 hingga 1363 tahun Sebelum Masehi dan memerintah Mesir seorang diri setelah suaminya, Firaun Akhenaten meninggal.
Ia memiliki nama panjang Neferneferuaten, yang berarti “yang tercantik dari yang tercantik di Aten, seorang wanita cantik telah datang”. Nama tersebut adalah pujian bagi Sang Ratu dan dewa utama Mesir, Aten.

Namun begitu, hasil cetakan tiga dimensi ini malah membuat warganet di Twitter menanggapinya dengan negatif.
Menurut mereka, seniman yang merekonstruksi wajah Nefertiti telah memilih warna kulit yang salah karena terlalu terang.
Karena tidak ada foto pada zaman itu, sulit menduga seperti apa kulit Ratu Nefertiti. Namun dalam patung lain yang diciptakan pada zaman pemerintahannya, ia digambarkan memiliki kulit yang lebih gelap.
Meskipun begitu, patung ini tetap patut mendapat apresiasi karena berhasil menunjukkan detail dan aspek akurasi lainnya seperti pada bagian otot wajah dan jaringan kulitnya.
Patung ini, bagaimanapun, telah berhasil memberikan petunjuk bagaimana wajah sebenarnya dari salah satu wanita terhebat dalam sejarah.
