Wanita 36 Tahun Ditemukan Tewas Dililit Ular Sanca Peliharaannya

Seorang wanita berusia 36 tahun di Oxford, Indiana, ditemukan tewas mengenaskan dengan ular sanca batik besar melilit lehernya. Peristiwa nahas itu terjadi tatkala Laura Hurst, mengunjungi sebuah rumah yang di dalamnya terdapat sekitar 140 ular, di mana 20 di antaranya merupakan ular miliknya.
Rumah penuh ular itu diketahui milik seorang polisi bernama Don Munsen, yang tinggal tepat di sebelah rumah ular tersebut. “Peristiwa yang menimpa Hurst adalah kecelakaan tragis,” ujar Munsen kepada kantor berita lokal Layafette Journal & Courier.
Hurst diyakini meninggal akibat dicekik ular. Dia ditemukan tewas pada Rabu, 30 Oktober 2019, pukul 20.00, waktu setempat. Kala itu, ular yang mencengkram leher Hurst berhasil dilepaskan, nahas nyawa Hurst tidak tertolong.
Ular sanca batik sendiri adalah reptil besar yang secara alami dapat ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara. Sanca batik milik Hurst memiliki panjang sekitar 8 meter, sedangkan spesies ini diperkirakan bisa tumbuh hingga mencapai 10 meter, sekaligus menjadikannya ular terpanjang di dunia.
Ular sanca batik tidak berbisa, sehingga gigitannya tidak akan menyebabkan luka terlalu serius. Namun, senjata utama ular ini adalah dengan cara melilit dan mencengkram mangsanya menggunakan tubuh yang besar dan berotot.
Tidak jelas kenapa Hurst mengeluarkan ular itu dari kandangnya. Namun, berdasarkan penuturan Sersan Polisi Negara Bagian Indiana, Kim Riley, kepada CNN, Hurst tewas ketika dia memeriksa hewan peliharaannya.
Rumah ular tersebut diketahui tidak berpenghuni. Sebab, bangunan itu telah dikonversi secara khusus untuk menampung ular. Meskipun di luar rumah tidak ada papan peringatan bahwa di dalamnya dihuni oleh ratusan hewan bersisik.
Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2011, sepasang suami istri di Florida menghadapi persidangan usai ular piton Burma sepanjang 3,6 meter miliknya kabur dan membunuh seorang anak perempuan berusia 2 tahun. Pada 2016, dua bocah laki-laki di Kanada tewas oleh ular piton batu besar Afrika yang melarikan diri dari toko hewan peliharaan.
Di Indonesia sendiri, kasus ular membunuh manusia terjadi tahun lalu. Di mana seorang wanita ditemukan di dalam perut ular sanca batik yang telah membengkak.
Menurut ahli, kendati ular telah menjadi hewan peliharaan yang cukup umum, namun ular dan reptil lainnya tidak akan sepenuhnya jinak, dan kemungkinan tidak akan memiliki keterikatan utuh dengan pemiliknya. Kematian Hurst bisa menjadi contoh bahwa pemilik ular harus berhati-hati saat memegang atau bermain dengan hewan-hewan berdarah dingin tersebut.
“Tidak seperti anjing dan kucing peliharaan, reptil tetap mempertahankan karakteristik primitifnya," kata Adam Denish, seorang dokter hewan kepada petMD, media yang menyediakan konten terkait hewan peliharaan. "Sebagian besar kehidupan mereka adalah tentang kebutuhan dasar seperti minum, makan, berkembang biak, dan bertahan hidup."
