Warga Kamboja Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa Terberat di Dunia
·waktu baca 2 menit

Warga yang tinggal di sekitar Sungai Mekong, Kamboja, berhasil menangkap ikan pari air tawar terbesar di dunia. Berat ikan ini mencapai 300 kg dan butuh belasan orang untuk mengangkut ikan itu ke daratan.
Ikan pari Christened Boramy ini memiliki panjang empat meter dan berjenis kelamin betina. Christened Boramy memiliki arti bulan purnama (dalam bahasa Khmer) karena bentuknya yang bulat. Ikan ini ditangkap di Koh Preah, sebuah pulau di sepanjang bentangan sungai Kamboja utara.
Ini adalah berita yang sangat menarik karena itu adalah ikan terbesar di dunia,”
- Zeb Hogan, ahli biologi dan mantan pembawa acara di National Geographic yang sekarang menjadi bagian dari ahli konservasi di sungai Mekong -
Boramy berhasil mengalahkan ikan lele raksasa yang juga ditemukan di Sungai Mekong, Thailand utara, pada 2005 dengan berat mencapai 293 kg.
“Ini juga berita yang menggembirakan karena artinya bentangan Sungai Mekong masih sangat sehat… Ini adalah tanda harapan bahwa ikan besar masih hidup di sini,” ujar Hogan sebagaimana dikutip Reuters.
Menurut River Commission, Sungai Mekong diketahui memiliki populasi ikan paling beragam ketiga di dunia. Sungai Mekong juga telah menjadi rumah bagi spesies air tawar raksasa lain, termasuk lumba-lumba Irrawaddy, kura-kura softshell raksasa, lele raksasa Mekong, barbs raksasa (sejenis ikan mas), lele goonch raksasa, dan sheatfish raksasa (jenis lele).
Ikan-ikan di Sungai Mekong bisa tumbuh sangat besar karena lingkungan di sana punya beragam jenis habitat yang berbeda, termasuk kolam yang dalam, gundukan pasir, dan pulau-pulau yang menyediakan banyak makanan untuk hewan sehingga bisa tumbuh lebih besar.
Sayangnya, penangkapan yang berlebihan, polusi, intrusi air asin, dan penipisan sedimen telah menyebabkan populasi ikan menurun drastis.
Pari air tawar sendiri adalah spesies ikan pari terbesar di dunia. Hanya sedikit yang diketahui tentang ikan besar ini karena sangat sulit ditangkap. Ini menyebabkan peneliti sulit untuk menentukan populasinya di alam liar.
Ikan pari yang ditangkap tersebut sekarang segera dilepasliarkan setelah diberi tanda pelacak di tubuhnya sehingga para ilmuwan bisa memantau pergerakan dan perilakunya.
