Kumparan Logo

Waspada, Ini Bahaya Simpan Hand Sanitizer dalam Mobil

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memakai hand sanitizer.
 Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memakai hand sanitizer. Foto: Shutter Stock

Di saat pandemi virus corona melanda dunia seperti sekarang, penggunaan hand sanitizer untuk mengurangi patogen pada tangan pun meningkat. Menggunakan hand sanitizer memang menjadi salah satu kegiatan yang direkomendasikan untuk mencegah penularan penyakit COVID-19--selain mencuci tangan dengan sabun.

Meski begitu, tidak semua hand sanitizer bisa membunuh patogen berbahaya. Hand sanitizer setidaknya harus memiliki kandungan 70 persen alkohol. Karena menjadi salah satu benda yang ampuh membunuh virus, maka tak jarang masyarakat membawanya ketika beraktivitas ke luar rumah, termasuk menyimpannya di dalam kendaraan.

Tapi harus hati-hati, karena menyimpan hand sanitizer sembarangan justru bisa memicu sejumlah risiko berbahaya. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut ini.

Hand sanitizer mengandung alkohol

Hand sanitizer atau pembersih tangan diracik dari berbagai bahan kimia yang sangat kuat. Larutan pembersih dengan kualitas tinggi yang mampu membunuh kuman biasanya mengandung alkohol dengan konsentrasi tinggi. Karena mengandung alkohol, maka hand sanitizer mudah terbakar, terutama ketika terkena panas dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ini bisa terjadi ketika kamu menyimpan hand sanitizer di dalam mobil selama berjam-jam atau berhari-hari secara terus menerus. Selain itu, peneliti juga menyarankan agar orang-orang tidak memakai pembersih tangan saat memasak di dapur atau melakukan aktivitas yang berhubungan langsung dengan api.

Petugas memberikan hand sanitizer kepada penumpang KRL. Foto: Dok. Suhada

Jangan meninggalkan hand sanitizer di dalam mobil

Ketika suhu udara di permukaan meningkat, sejumlah ahli kesehatan memperingatkan orang-orang untuk tidak meninggalkan hand sanitizer di dalam mobil atau tempat-tempat yang terkena panas. Bagaimanapun, potensi hand sanitizer terbakar masih mungkin terjadi meski dalam level yang cukup rendah.

Bisakah hand sanitizer benar-benar terbakar?

Ketika klaim ihwal hand sanitizer mudah terbakar di tempat yang bersuhu panas meningkat, sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan benda itu bisa meledak atau menyebabkan cedera. Tapi, tetap saja akan sangat berbahaya jika menyimpannya di dalam ruangan panas, salah satunya mobil.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pembersih tangan berbasis alkohol akan mudah terbakar dan menguap pada suhu ruangan jika terkena panas langsung. Ditambah, sebagian besar cairan hand sanitizer dikemas menggunakan botol plastik. Sekali lagi, potensi terbakar akan menjadi lebih tinggi.

Ilustrasi Hand Sanitizer Foto: Dok. Shutterstock

Apakah hand sanitizer aman disimpan di dalam mobil?

Selain mudah terbakar, sebenarnya ada masalah lain yang dapat ditimbulkan jika kamu menyimpan pembersih tangan di dalam mobil. Beberapa penelitian mengatakan bahwa tatkala hand sanitizer disimpan di dalam mobil dan secara langsung terkena panas, maka kemanjuran pembersih tangan dapat berkurang. Hand sanitizer bakal mudah mencair dan tidak dapat digunakan lagi.

Oleh karena itu, meski hand sanitizer menjadi salah satu benda yang direkomendasikan untuk pencegahan penularan virus corona, namun alangkah lebih baiknya jika kita tetap memprioritaskan untuk mencuci tangan menggunakan sabun ketimbang mengandalkan hand sanitizer.

Cara menyimpan hand sanitizer dengan aman

Mudah sebenarnya, cukup dengan memastikan bagian penutup hand sanitizer terkunci dengan rapat, jangan menyimpannya di tempat panas atau area terbuka, jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari risiko keracunan alkohol.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.